17 June 2024
Ekonomi

Secara Umum Kondisi Perbankan di Maluku Relatif Stabil

AMBON, Ambontoday.com- Secara umum, Kondisi perbankan di Provinsi Maluku masih relatif stabil dan
terkendali. Hal ini tercermin dari perbankan di Provinsi Maluku masih tumbuh pada
tahun 2020, dengan Total aset perbankan di Provinsi Maluku sebesar Rp23,93 triliun atau tumbuh 3,56% secara yoy, terutama didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,05% atau menjadi sebesar Rp15,39 triliun.

“Pertumbuhan DPK tersebut terutama berasal dari pertumbuhan produk tabungan sebesar 7,20% (yoy)
dengan total nominal sebesar Rp9,24 triliun atau sebesar 60,1% dari total DPK,” demikian diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Ronny Nazra kepada media di Ambon melalui rilis yang diterima, Jumat (18/3/2021).

Ia mengakui, dari sisi lain, kredit perbankanpun tumbuh sebesar 4,65% secara yoy Desember 2020
atau menjadi sebesar Rp14,90 triliun, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan DPK
sebesar 4,05%.

“Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan DPK
mencerminkan fungsi intermediasi perbankan di Provinsi Maluku masih sangat
baik,” akuinya.

Lanjutnya, hal ini tidak terlepas dari peran aktif Forum Komunikasi Lembaga Jasa
Keuangan Provinsi Maluku yang difasilitasi Kantor OJK Provinsi Maluku dalam
mendorong penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam fase
recovery ekonomi ini.

Penyaluran kredit perbankan sebagian besar pada kredit konsumtif atau sebesar
68,32% dari total kredit, diikuti oleh kredit produktif sebesar 31,68 % yang terdiri
dari kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 26,77% dan
4,91%.

“Berdasarkan sektor ekonomi, berikut 3 sektor ekonomi terbesar yang
dibiayai oleh perbankan, antara lain terbesar diberikan pada sektor ekonomi
kepemilikan Peralatan Rumah Tangga-termasuk Pinjaman Multiguna sebesar
35,92% diikuti oleh sektor ekonomi Bukan Lapangan Usaha Lainnya – termasuk
kredit ASN sebesar 29,48%, dan sektor ekonomi Perdagangan Besar dan Eceran (19,06%),” jelasnya.

Tak hanya itu, Peningkatan kredit secara agregat, diiringi dengan penurunan NPL
sebesar 0,05% yoy atau menjadi sebesar 1,10% pada Desember 2020.

“Kontribusi kredit produktif yang cukup tinggi, salah satunya merupakan hasil dari
program percepatan akses keuangan dalam mendorong akses kredit kepada Pelaku
UMKM,” tandasnya. (AT-009)

Spread the love
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
X