Sejumlah Infraatruktur Nasional Diduga Tidak Beres Menkeu Dan Mentri PUPR Menyeberangi Laut

Ambon, ambontoday.com – Kunjungan Mentri Keuangan Srimulyani dan Mentri PUPR Basuki Milijono ke Ambon Maluku dalam rangka meresmikan Pelabuhan TNI Angkatan Laut (AL) dan Taman Wainitu.

Dalam acara peresmian tersebut, penandatangan prasasti dilakukan sekaligus dua proyek yang dibiayai oleh APBN diatas pelabuhan TNI AL Tawiri Ambon Maluku.

Setelah selesai dalam peresmian dua mega proyek ini, Menkau dan Mentri PUPR mengunjungi taman Wainitu melalui laut, besar dugaan, trik yang dipakai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku dan Balai Pelaksana Jalan da Jembatan Nasional (BPJN) wilaya XVI Maluku dan Maluku Utara menyeberangi kedua Mentri ini lewat laut, mengingat beberapa proyek mega milik PBJN yang dianggap kurang beres penggunaan anggarannya.

Pantauan ambontoday.com dilokasi pelabuhan TNI AL Tawiri Ambon Maluku begitu tergesah – gesah para pejabat dilingkup BPJN sangat tegang alias ketakutan jika Mentri memilih lewat darat dalam kunjungan ke taman wainitu.

Besar dugaan peoyek mega milik BPJN wilaya XVI Maluku dan Maluku Utara yakni Jembatan Galala yang menelan anggarak sebelas milyar lebih ini tidak mengalami perubahan, hanya lampu yang menjadi alasan membengkaknya anggaran renofasi jembatan Galala.

Kepada ambontoday.com Sekretaris Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia ( LPPNRI ) Daud Rumalatu katakan “Sangat disayangkan sebagai anak Daerah melihat sistim dan pengaturan protokuler yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku, ada apa sehingga Mentri diminta lewat laut, ada apa ini ?” Kata Rumalatu.

Dikatakan juga LPPNRI akan melakukan infestigasi khusus terkait dengan pengaturan Pemerintah Provinsi Maluku dan BPJN Wilaya XVI Maluku dan Maluku Utara harus menyeberangi Mentri dari laut dalam kunjungan ke taman Wainitu.

“Kami akan lakukan infestigasi, karena ada bau tidak sedep yang diatur oleh Pemprov Maluku dan BPJN wilaya XVI Maluku dan Maluku Utara” tutup Ketua Yayasan Maluku Membangun ini.

Dari hasil infestigasi, pihaknya akan melakukan laporan secara resmi kepihak – pihak yang berwajib agar dugaan bau korupsi pada paket – paket mega yang ada di BPJN Wilay XVI Maluku dan Maluku Utara.

“Kami akan telusuri sampai akar – akarnya dan ingat untuk masalah ini kami tidak main – main dan kami akan bongkar semua kinirja busuk yang selalu merugikan masyatakat dan mengenyangkan pribadi dan kelompok meraka yang ada baik di BPJN maupun Dinas PU Maluku bahkan Pemerintah Provinsi” ulasnya. (AT – 007)

Jadilah Orang Pertama share:
author