Sekot : Kualitas Sumber Daya Anak Jadi Prioritas

Ambon, Ambontoday,com – Kualitas sumber daya anak harus menjadi prioritas sehingga nantinya anak dapat berkembang dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kota Ambon, A G Latuheru kepada Ambontoday,com di Ambon, Senin Kemarin.

Menurutnya, kualitas sumber daya anak akan sangat dipengaruhi oleh pendidikan maupun kesehatan anak itu sendiri sehingga jumlah dalam keluarga merupakan salah satu faktor penting. “Orang tua-tua dulu bilang banyak anak bagus banyak rejeki kalau anak kurang tidak ada rejeki tentu itu dulu, kalau sekarang tidaklah,” ujarnya.

Dikatakan, semakin banyak anak yang ada dalam satu keluarga akan sangat baik jika keluarga tersebut berkecukupan. Namun,  akan sangat memprihatinkan jika keadaan keluarga tidak berkecukupan.

“Yang kedua memang kalau banyak anak itu waktu masih kecil susah sekali dirawat tapi memang dibilang kalau besar enak bapak dengan mama bisa bajalang kiri kanan,” tuturnya.

Untuk itu, dengan banyak anak, yang  tidak diimbangi dengan kesiapan keluarga tersebut dalam beberapa aspek maka kualitas dari anak akan sangat tidak baik.

“Karena ditentukan adalah kualitas dan sumber daya anak itu sendiri paling tidak kita bisa memberikan pendidikan yang baik tapi juga kesehatan yang baik jangan kemudian kita tidak memperhatikan mereka. kita abaikan yah,” terangnya.

Dia menambahkan, kesehatan maupun pendidikan faktor utama penentu kualitas anak sehingga harus diperhatikan dengan baik oleh keluarga. Dengan begitu maka kualitas sumber daya anak yang ada di kota ini akan meningkat dengan pesat.

“Tapi kalau sudah lebih bersyukurlah tapi kalau yang baru memulai ikut aturan-aturan supaya kita bisa mampu bisa mendidik mereka, bisa menjaga mereka kita capai tujuan yang sama-sama keluarga hadapi,” tambahnya.

Dia berharap, pasangan yang baru menikah harus memperhatikan  dan merencanakan anak yang ingin dimiliki sehingga persiapan dapat dilakukan untuk mendukung kualitas sumber daya dari anak itu sendiri.

“Dan juga untuk menghindari adanya anak yang ditelantarkan karena tidak adanya biaya yang mendukung ataupun kesehatan dari anak tersebut,” tutupnya. (AT-009)

author