SERALURIN PEMBOHONG ATAU BUPATI KKT

Saumlaki, Ambontoday.com – Kepala (KA) Bandara Matilda Batlajery, Januaris Seralurin menantang Bupati Kabupeten Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon, SH, MH untuk membuktikan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten bertajuk duan lolat ini, siapa yang pantas menyandang gelar pembohong.

“Saya Kepala Bandara Matilda Batlajery Saumlaki Pembohong atau Bupati KKT” kata Saralurin.

Tantangan Seralurin KA Bandara Matilda Batlajery Saumlaki yang ditujukkan kepada orang nomor satu di kabupaten KKT ini disampaikan secara tegas dan terbuka kepada beberapa awak media pada saat konfrensi pers yang berlangsung di ruang rapat kantor Bandara Mathilda Batlayeri Jumat, (27 /11/20) pukul 10 .30 Wit

“Pada waktu itu Bupati mengatakan KA. Bandara Matilda Batlajery Saumlaki PEMBOHONG karena saya menyatakan tidak mendapat undangan untuk rapat pada tanggal 30 September 2020 lalu dan karena itu saya dan staf bandara tidak hadir dalam rapat tersebut. Saya pertegas ya, dalam konferensi pers ini bahwa pertama, dalam rapat per tanggal 30 september 2020 lalu yang membahas pembukaan bandara Matilda Batlajery Saumlaki itu ka bandara dan staf tidak dilibatkan” ujar putra Tanimbar yang berloyal tinggi membangun negeri ini.

Pertemuan kedua, lanjut Seraluri, pihak maskapai penerbangan baik Susi Air maupun Lion Air juga tidak diikutsertakan. Padahal, membahas tentang penerbangan untuk itu suka tidak suka, mau tidak mau pihak bandara harus dilibatkan.

Lebih lanjut Seralurien menerangkan,“ per tanggal 30 september 2020 tersebut saya, staf dan pihak maskapai penerbangan tidak mengikuti pertemuan karena pada saat itu libur dan undangan yang diberikan tidak sampai di tangan saya , untuk itu saya pribadi sudah mengkroscek surat keluar masuk namun tidak ada dan baru diketahui jika surat tersebut di titipkan di pos jaga masuk bandara”, ujarnya.

Lanjut,  jika Bupati dalam pernyataan sebelumnya di media bahwa saya tidak pernah mengikuti pertemuan maka saya mengajak awak media silahkan tanyakan langsung kepada dokter Edwin Tomasoa sebagai Sekretaris Tim Gugus , dokter Ch Ratuanak dan juga kepala dinas perhubungan apakah yang hadir pada saat itu siapa!!. “Apakah itu setan yang menyerupai saya , apakah itu bayangan saya atau apa , karena saya pun bingung dengan pernyataan Bupati yang mengatakan jika saya tidak pernah mengikuti pertemuan dengan Pemda” kesalnya.

Mengingat sebelumnya, tanggal 10 September 2020 lalu saya mengikuti rapat bersama Pemda dan diberikan kesempatan berbicara oleh Bupati sendiri.
Lebih lanjut, Seralurin mengaku sangat bingung dengan aturan yang disampaikan Pemda KKT melalui surat yang diterimanya.

“Yang saya bingung ialah tanggal 30 rapat bersama untuk membuka bandara pada setiap hari jumat dan hari senin yaitu dua kali penerbangan. Anehnya pada malam hari masuk lagi surat yang baru dengan penjelasan agar pada hari minggu, tanggal 31 september harus membuka bandara. Ini lelocon apa? Hari ini surat lain, esok lain, lusa lain.Sebagai ka Bandara Matilda Batlajery Saumlaki saya menentang dan tidak setuju dengan kebijakan yang selalu berubah-ubah” terangnya.

Seralurin menambahkan, Dunia penerbangan jangan dibuat seperti permainan kanak-kanak. Artinya, Ia tidak menyebut Bupati atau Forkopimda KKT kekanak-kanakan. Sebab dunia penerbangan jagan dibuat seperti mainan buka tutup ala anak – anak di tanimbar zaman dirinya masih kecil dulu

Sekali lagi, Seralurin menantang Bupati KKT untuk menunjukkan bukti fisik surat undangan per tanggal 30 September 2020 lalu yang ditujukan kepada ka Bandara bagi seluruh rakyat Tanimbar sebagai pengujian,

“siapa yang layak disebut PEMBOHONG, (PARLENTE, NASOMPUN atau SIKLABIR), saya dalam jabatan sebagai KA Bandara Mathilda Batlajery Saumlaki atau Bupati KKT. Saya pertaruhkan jabatan dan kewibawaan keluarga untuk membuktikan hal ini” terang Seralurin menutup pernyataannya. (AT/Sorot)