Sidang Komisi Perkara 211, Kanwil BPN Maluku Tak Rincikan Batas batas Persil Eigendom Verponding 987

Ambontoday.com, Ambon.- Sidang sengketa lahan atau perdata antara pihak PT Maluku Membangun (Lutfi Attamimi) sebagai penggugat dengan Kanwil ATR/BPN Provinsi Maluku sebagai tergugat 1 dan Kantor Pertanahan Kota Ambon sebagai tergugat 2, dalam perkara nomor : 211/Pdt.G/2019/PN.Amb, memasuki  tahapan sidang komisi atau sidang lapangan.

Sidang komisi tersebut berlangsung Selasa 17 Desember 2019 di halaman Kanwil ATR/BPN Maluku dan dipimpin langsung Hakim Ketua, Pasti Tarigan, SH.MH yang juga adalah Ketua Pengadilan Negeri Ambon, serta pihak Penggugat dan Tergugat 1 dan 2.

Sidang tersebut bermaksud untuk menunjukan batas batas secara langsung sesuai dokumen yang dipegang masing masing pihak.

Sesuai data yang ada pada pihak Kanwil ATR/BPN Maluku (tergugat I), Ketua Tim Kuasa Hukum Tergugat I, S. Hasan Assagaff,SH.MH kepada majelis hakim bahwa, persil tanah bekas Eigendom Verponding 987 dengan luas tercatat pada dokumen tergugat I adalah 56 hektar terletak di Desa Hative Kecil, dan terdaftar atas nama Pieter Yohannes Gapersz.

Sayangnya, pihak tergugat I tidak menerangkan secara detail batas batas persil tanah tersebut. Bahkan dalam sidang pembuktian sebelumnya, baik pihak tergugat I dan II tidak dapat menunjukan warkah asli dan akta milik Pieter Yohannes Gasperz sebagaimana yang didalilkan.

Sementara itu, dihadapan majelis hakim dan pihak tergugat I maupun II, Lutfi Attamimi (penggugat) menerangkan, sesuai data dan dokumen yang dimiliki PT Maluku Membangun, luas persil tanah Eigendom Verponding 987 adalah milik Njimas Entjeh Siti Amina (Osa), terletak di Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, seluas 98 hektar sesuai Meetbrief tertanggal 24 Juli 1928, nomor 986, 987, 988 yang dibuat oleh De Gouvernements Landmeter di Ambon yang salinannya disahkan oleh Residen van Amboina tertanggal 24 Maret 1936, dengan batas batas.

Sebelah utara berbatasan dengan kali Wairuhu, sebelah timur berbatasan dengan tanah bekas Eigendom Verponding 988, sebelah barat berbatasan dengan Teluk Ambon, dan sebelah selatan berbatasan dengan tanah bekas Eigendom Verponding 986.

Lutfi Attamimi, usai memberikan penjelasan terkait batas batas persil tanah Eigendom Verponding 987, dihadapan Majelis Hakim dan para pihak menyampaikan, jika Tuhan berkehendak pihaknya menang dalam perkara ini, dirinya akan menghibahkan tanah tanah ini kepada masyarakat dan juga kepada Kantor Pertanahan Provinsi Maluku maupun Kota Ambon, asalkan ada itikad baik dari instansi pemerintah tersebut.

Untuk diketahui, jadwal sidang perkara nomor : 211/Pdt.G/2019/PN.Ambon, selanjutnya akan berlangsung pada 7 Januari 2020, dengan agenda keterangan saksi dari pihak penggugat. AT008

Print Friendly, PDF & Email
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!