Soal Tanah EV, Pemprov Siap Mediasi PT.Maluku Membangun dan BPN

Ambontoday.com, Ambon.- Pemerintah Provinsi Maluku siap memediasi pertemuan antara PT.Maluku Membangun dengan pihak BPN Provinsi Maluku untuk membicarakan dan melakukan telaah terhadap persoalan tanah Eigendom Verponding (EV).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum Pemprov Maluku, Hendrik Far-far kepada wartawan via telephone seluler, Rabu (10/5). Menurutnya, rencana mediasi PT.Maluku Membangun dan pihak BPN ini sudah diagendakan dan dalam waktu dekat akan dilakukan.

“Kami akan memediasi kedua pihak untuk sama-sama duduk satu meja dalam rangka melakukan telaah atas persoalan tanah Eigendom Verponding. Jadi Pemprov Maluku akan menjadi mediator dalam masalah ini dan akan melayangkan surat undangan kepada PT.Maluku Membangun dan BPN dalam waktu dekat.

Dalam minggu ada banyak kegiatan di pemprov Maluku sehingga itu tidak mungkin dilakukan dalam minggu ini, yang pasti Pemprov sudah bersedia menjadi mediator dan itu akan kita lakukan dalam waktu dekat,” jelas Far-far.

Sementara itu, Direktur PT.Maluku Membangun Lutfi Attamimi yang dikonfirmasi terkait kesediaan Pemprov Maluku mengatakan, pihaknya merasa senang dengan kesdiaan Pemprov Maluku untuk menjadi mediator dalam persoalan ini, dan semoga bisa cepat terselenggara.

“Ini kabar baik, dan sekali lagi apresiasi positif patut kita sampaikan kepada sikap Pemprov Maluku. Saya berharap hal itu bisa segera dilakukan dan dalam proses telaah ini pihak PT.Maluku Membangun bukan ingin merampas kembali apa yang menjadi hak-haknya, tetapi kita hanya butuh pengakuan berdasarkan dokumen dan bukti outentik yang ada.

Jika ada pengakuan atas apa yang dimilki PT.Maluku Membangun berdasarkan dokumen dan bukti maka mari sama-sama kita kembali ke titik nol dan mengatur semuanya dari awal, kita juga tidak akan mengganggu fasilitas pemerintah walau itu ada dalam hak milik PT.Maluku Membangun. Kita juga punya hati, mari sama-sama kita dukung proses pembangunan di daerah Maluku,” papar Attamimi.

Dirinya berharap, proses mediasi ini bisa secepatnya dilakukan kalau perlu jangan lewat dari bulan Mei, semakin cepat semakin baik, katanya.

author