Ambon, ambontoday,com – Sidang kasus penipuan Ijazah Palsu berlangsung di pengadilan Negeri Ambon, oleh Majelis Hakim. Terdakwa Suardi Alias Achmad Irfiansyah Riyadi (AIR)   dan Tety  Sriyenty, bulan Maret 2014 , di Aula Polda Maluku Kota Ambon,Sidang  Dengan Agenda Dakwaan, Senin ( 06/11/2017 ).

Dalam sidang dipimpin oleh Hakim Ketua, Amaye M. Yambeyapdi, SH, Jaksa Penuntut Umum, Selvia G. A. Hattu, SH,MH, Pengacara, Djidon Batmomolin,SH dan Abdussukur Kaliky, SH.

Amaye M. Yambeyapdi mengakui, Terdakwa dengan sengaja memakai surat palsu. Dimana, Kejadian berawal pada bulan juni tahun 2013 , Terdakwa datang dari pulau Bone menuju ke kota Ambon, dan tinggal menetap dirumah saksi yang bernama  Hi. Taher, dengan tujuan untuk bekerja, Dan Terdakwa bekerja di bengkel Hi. Taher.

Selanjutnya, bulan November 2013, Terdakwa diperkenalkan oleh saksi Hi. Taher dengan saksi Tety Sriyenti. Setelah perkenalan tersebut, keesokan harinya terdakwa diberikan nomor handpone saksi Tety Sriyenty oleh saksi Hi. Taher.

Kemudian, terdakwa menghubungi saksi Tety Sriyenti, dan pada saat itu saksi Tety Sriyenti meminta terdakwa  menyiapkan pas foto ukuran 3×4 sebanyak 6 lembar, serta meminta terdakwa  datang ke rumah saksi Tety Sriyenty di Waiheru untuk membawa pas foto tersebut.

Lanjutnya, sekitar pukul 20.00 wit, terdakwa menuju kerumah saksi Tety Sriyenty di Waiheru, dimana Terdakwa bertemu dengan saksi Tety Sriyenti, yang sementara  berada di warung bersama suaminya, dan saksi sulistiana.

Namun, Terdakwa di ajak ke rumah saksi Tety Sriyenti, yang terletak di belakang warung tersebut. Dan selanjutnya ketika berada di rumah saksi Tety Sriyenty, Terdakwa di tanya soal pas foto, kemudian foto dikeluarkan dan diberikan.

Setelah itu,  saksi Tety Sriyenti masuk ke dalam kamar dan keluar membawa sebuah map berwarna kuning. Saksi Tety Sriyenty mengeluarkan berkas dari dalam map yakni lembar kertas Ijazah SD, SMP, SMA, KTP,  Sementara Akte Kelahiran, serta cap dan bantal cap, yang sudah terisi dalam sebuah plastik kecil berwarna hitam.

Dalam Kondidi yang sama, saksi Tety Sriyenti menempelkan pas foto ke masing – masing lembar Ijazah, dan memberi stempel atau cappada bagian tanda tangan serta pas foto yang ada. Seterusnya, saksi Tety Sriyenti menyuruh Terdakwa, untuk membasahi jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kiriTerdakwa pada bantal cap dan saksi mengambil tangan terdakwa untuk ditempelkan ke atas lembar foto yang sudah tertempel, hal ini dilakukan berulang kali pada seluruh ijazah yang ada.

Usai itu, saksi menerintahkan terdakwa untuk menandatangani seluruh ijazah yang telah dibuatnya.

Diakui, sekitar bulan maret 2014, ketika ada berita mengenai pendaftaran seleksi calon Bintara Polri, maka Terdakwa mengurus pembuatan SKCK , dengan menggunakan surat  palsu tersebut, untuk mendaftar secara online.

Maka itu,terdakwa masuk pada proses pemeriksaan berkas, yang dilakukan di Aula Mapolda Maluku oleh panitia pemeriksa seleksi Calon Bintara Polri .

Menurtunya, Dalam tahap pemeriksaan berkas,  Terdakwa dinyatakan lulus sampai tahap akhir. Kemudian Terdakwa mengikuti pendidikan di SPN Passo, dan dilantik menjadi Bintara Polri Polda Maluku pada tanggal 29 Desember 2014.
Sidang di lanjutkan minggu depan senin, 13/11/2017. Dengan Agenda Pemeriksaan Saksi. ( AT -021 ).

Print Friendly, PDF & Email