Tahun 2020, Suku Bunga KUR Turun Enam Persen

Hasil gambar untuk kredit usaha rakyatAMBON, Ambontoday.com  Dalam rangka mempercepat pengembangan UMKM sejalan dengan akan
diterbitkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM
yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan beberapa hal bagi kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2020 mendatang.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui, yang menjadi keputusan bagi kebijakn KUR antara lain; pertama, Suku Bunga diturunkan dari 7 persen menjadi 6 persen; kedua, total plafon KUR ditingkatkan dari 140 Triliun menjadi 190 Triliun pada tahun 2020, dan akan ditingkatkan bertahap sampai dengan Rp325 Triliun pada tahun 2024; Peningkatan plafon KUR Mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Keputusan tersebut disepakati dalam forum Rapat Koordinasi Komite Kebijakan
Pembiayaan Bagi UMKM, yang dilakukan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain itu, untuk memperluas akses KUR, maka pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan total plafon KUR. “Pada tahun 2020, total plafon KUR ditingkatkan menjadi Rp190 Triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran di APBN,” katanya kepada media lewar rilis yang diterima, (Rabu, 13/11/2019).

Menurutnya, Plafon tahunan KUR ini akan terus ditingkatkan secara bertahap sampai dengan Rp325 Triliun pada tahun 2024.
Selain itu, dalam rangka menyesuaikan kebutuhan modal bagi UMKM yang semakin meningkat akibat laju inflasi dan peningkatan produktivitas maka Pemerintah juga meningkatkan plafon KUR Mikro dari semula paling besar sebesar Rp25 juta per debitur menjadi Rp50 juta per debitur.

“Perubahan juga terjadi pada total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan yang semula sebesar Rp100 juta berubah menjadi Rp200 juta. Sedangkan untuk KUR Mikro sektor produksi, tidak dibatasi,” tuturnya.

Ia mengakui, manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya, terlihat dari komposisi penyaluran KUR Mikro sebesar 64,6 persen, KUR Kecil sebesar 35persen dan KUR TKI sebesar 0,4 persen.

“Perubahan kebijakan KUR sebagaimana diputuskan Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM pada hari ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Indonesia,” harapnya. (AT-009/ Elis)

Print Friendly, PDF & Email
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!