Tak Ada Drainase Banjir Rendam Permukiman Warga Buano Utara

Ambontoday.com, Ambon- Bencana banjir kembali melanda desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten SBB. Hujan yang terjadi pada Minggu (2/4) pukul 6.00 pagi sampai pukul 14.30 wit, mengakibatkan meluapnya rawa yang ada di tengah-tengah permukiman warga setempat.

Menurut salah seorang warga desa Buano Utara, Halid Hitimala saat dihubungi via telepon seluler menyampaikan kejadian bencana banjir yang melanda warga desa Buano Utara diakibatkan oleh intensitas hujan yang begitu tinggi sehingga aliran air yang turun dari perbukitan menggenangi Rawa (telaga) yang berada di tengah permukiman.

Debit air hujan yang semakin besar dari arah perbukitan tak mampu ditampung lagi oleh Rawa sehingga meluap ke seluruh penjuru dimana permukiman penduduk berada di blok 5 dan blok 6 setinggi 2 meter, tutur Halid.

Menurutnya, kejadian ini sudah yang ketiga kalinya, dimana banjir akibat luapan rawa di tengah permukiman warga pertama terjadi pada Desember 2016 lalu, kemudian pada Januari 2017 dan saat ini sudah yang ketiga kali.

Sebanyak 360 Kepala Keluarga yang mendiami dua blok permukiman itu kini sementara mengungsi ke dataran yang lebih tinggi, dan sebagian lagi menginap bersama keluarga atau kaum kerabat lain yang rumahnya tidak terkena banjir.

Terkait kejadian ini, warga meminta Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemprov Maluku untuk melihat kondisi korban banjir yang saat ini sedang mengungsi, karena sebagian sangat membutuhkan bahan makanan maupun obat-obatan akibat gatal-gatal yang diderita sebagian warga dan anak-anak.

Selain itu, kedepan pemerintah juga segera membangun saluran drainase (pembuangan) dari lokasi rawa ke arah laut agar air telaga tidak tertampung dan meluap saat terjadi hujan lebat.

Sementara itu, Camat Huamual Belakang, Drs.Yusuf Hatala yang dikonfirmasi via telephone seluler Minggu malam menyatakan, dirinya juga sudah mendapat informasi terkait kejadian banjir di Buano Utara.

“Saya juga sudah mendapat informasi itu, dan saya sementara berkoordinasi dengan pihak berkompeten di Buano untuk mengetahui secara pasti kejadian itu. Dirinya mengaku belum ada kabar mengenai korban, dan kejadian banjir seperti ini sudah sering terjadi akibat luapan air rawa atau telaga yang ada di tengah permukiman warga dikarenakan tidak ada saluran pembuangan dari lokasi rawa,” jelas Hatala.

Dirinya mengatakan, usulan untuk pembuatan saluran drainase dari lokasi telaga itu sudah pernah diusulkan ke Pemerintah SBB, namun sampai saat ini belum ada tindaklanjut.

Sebagai Camat, Hatala berharap, agar usulan pembuatan saluran drainase dari lokasi rawa bisa direspon secepatnya oleh pemerintah sehingga kejadian seperti ini tidak berulang menimpa warga. (AT-008)