Tak Ada Rekayasa Skor Nilai Dalam Rekrutmen CPNS Unpatti

Ambontoday.com, Ambon.- Wakil Rektor II, Bidang Umum dan Keuangan, Universitas Pattimura Ambon, Dr.Jantje Tjiptabudi, SH, M.HUM, yang juga (Ketua Panitia Penerimaan CPNS Unpati tahun 2018) didampingi Kepala Biro Umum dan Keuangan, Drs.Ferdinand Waas (Sekertaris Panitia), Kepala Bagian Kepegawaian, Alexander Sakalessy,SE.MH (Ketua Seleksi Administrasi), Katua Tim Penyusun dan Penilai Praktek Mengajar Kualifikasi Pendidikan S2, Dr.Hendrik S, SH.MH Rabu (23/1/2019) menyelenggarakan konferensi Pers dalam rangka mengkalirifikasi pemberitaan media terkait dugaan permainan skor nilai dalam seleksi CPNS (Dosen).

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Penerimaan CPNS Dosen Unpati, Jantje Tciptabudi mengatakan, hasil kelulusan dari peserta tes rekrutmen CPNS yang diselenggarakan oleh Kemendikti di Unpatti sudah sesuai dengan mekanisme serta standar penilaian yang diturunkan oleh Kemendikti, sehingga tidak ada kecurangan atau permainan skor nilai peserta seperti yang diberitakan media.

“Sebagai Penanggung jawab Tes CPNS Universitas Pattimura Ambon, saya sudah menandatangani fakta integritas bahwa semua prosedur tes sudah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kemendikti.

Jadi tidak ada unsur kecurangan ataupun permainan skor nilai peserta oleh Panitia sebagaimana yang diberitakan,” ungkap Tciptabudi.

Dijelaskan, pelaksanaan seleksi CPNS Unpatti ini dilakukan dalam dua tahap yaitu CAT dan TKD yang langsung ditangani oleh panitia pusat berdasarkan Permen nomor 31, dimana yang lulus seleksi hanya 10 orang.

Karena hasil kelulusan tersebut dinilai sangat kurang maka keluarlah Permen 61 yang mengisyaratkan untuk melakukan rekrutmen CPNS kedua agar dapat memenuhi quota yang diberikan Kemendikti kepada Unpatti. Dari hasil rekrutmen kedua 81 orang dinyatakan lolos oleh Kemendikti dimana 20 persen peserta yang lulus seleksi berasal dari luar daerah, papar Jantje.

Dikatakan, hasil seleksi yang dilakukan sebanyak 2 kali itu tetap menggunakan pola penilaian yang sama sebagaimana yang diturunkan oleh Kemendikti, dan seluruh hasil tes dikirim dan diperiksa secara langsung oleh Kemendikti, dengan penentuan penilaian adalah Kemendikti 60% dan Unpatti 40%.

Bahkan, ada anak beberapa pejabat di Unpatti yang ikut dalam seleksi CPNS itu tidak lulus, karena memang kita tetap menggunakan standar penilaian sebagaimana yang diturunkan oleh Kemendikti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Drs. Ferdinand Waas membenarkan kalau dari hasil seleksi CPNS Dosen berdasarkan Perment 31 yang lulus hanya 10 orang dari ratusan orang yang mendaftar, kemudian ada kebijakan pemerintah maka keluarlah peraturan nomor 61 dengan tujuan melakukan perubahan.

Sementara itu, Katua Tim Penyusun dan Penilai Praktek Mengajar Kualifikasi Pendidikan S2, Dr.Hendrik S, SH.MH, mengatakan, ada peserta yang dalam menjawab pertanyaan secara tertulis itu bagus, tetapi saat parktek tidak bagus dan hal ini yang mempengaruhi penilaian. (AT008)

author