Ambontoday.com, Ambon.- Di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Ambon, Selasa 26 Juli 2022, tidak menyurutkan semangat dan komitmen Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon untuk melakukan Audit Stunting (On the Spot) di beberapa titik yang dianggap rawan Stunting.
Upaya megurangi dan memerangi stunting ini memang sudah menjadi prioritas program pemerintah melalui Instruksi Presiden Joko Widodo saat ini agar kedepan generasi Indonesia terbebas dari Stunting.
Hal inilah yang menjadi pegangan dan acuan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon, dibawah Komando Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon, Ir.Welly Patty bergerak cepat dan tanggap.
Walaupun ditengah hujan lebat dan jalan yang menanjak, licin dan becek, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon melakukan Audit Stunting atau turun langsung ke lokasi Kecamatan Nusaniwe, tepatnya di Kelurahan Kudamati, Lorong Sekot, Farmasi Atas untuk bertemu langsung dengan anak Baduta Stunting dan Ibu Hamil.
Kepada Media ini melalui pesan suara di Whatsapp, Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon, Ir. Welly Patty yang memimpin kunjungan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon menyampaikan, Audit Stunting ini dilakukan yaitu dengan cara mengunjungi langsung Lokus Stunting, sudah merupakan Komitmen Pemerintah Kota Ambon melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting.
“Kunjungan langsung atau Audit Stunting yang kita lakukan ini sudah merupakan Komitmen Pemerintah Kota Ambon, dimana untuk mengetahui penyebab kasus stunting di satu kawasan atau wilayah maka Tim harus mengunjungi langsung lokasi tersebut untuk mengetahui secara pasti.
Untuk kecamatan Nusaniwe yang dipilih adalah lokasi Kudamati karena memang di sini masih rawan angka prefelensi stunting. Selain mengunjungi anak Baduta (bawa dua tahun) yang stunting, kita juga melakukan kunjungan langsung kepada sejumlah Ibu Hamil.
Dari kunjungan langsung ke lapangan ini memang sangat jelas tergambar bahwa baik Baduta Stunting maupun Ibu Hamil di lokasi yang kita kunjungi ini kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan baik kondisi rumahnya maupun sanitasi di sekitar lingkungan,” jelas Patty.
Dikatakan, Tim Percepatan Penurunan Stunting ini memang terdiri dari sejumlah instansi terkait yang memiliki keterkaitan dengan kesehatan maupun permukiman, sehingga kondisi wilayah tempat tinggal juga menjadi perhatian.
“Kita bersyukur karena di dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon ini ada melibatkan Dokter Spesialis Kandungan, walaupun beliau tidak berkesempatan mengunjungi langsung karena beliau ada menangani operasi pasien, namun dirinya mengarahkan agar para Ibu Hamil ini ditemani ke tempat prakteknya sore nanti untuk diperiksa dan melakukan USG.
Sementara untuk anak Baduta Stunting yang kita kunjungi tadi akan direkomendasikan ke spesialis anak dan gizi untuk ditindaklnajuti lebih spesifik lagi,” kata Welly Patty.
Dirinya menambahkan, adapun Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terlibat dalam kunjungan di Kudamati yakni dari beberapa instansi diantaranya Pihak Bapeda, BKKBN Maluku, Dinas DPPKB Kota Ambon, Camat Nusaniwe, Katua PKK Kecamatan Nusaniwe, Dinas Kesehatan Kota Ambon, Puskesmas, Penyuluh Lapangan, serta staf Kelurahan Kudamati.
Dikatakan, Audit Stunting ini akan terus dilakukan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon di sejumlah titik yang dianggap rawan, dan Besok Rabu 27 Juli 2022, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon akan melakukan Audit di Desa Naku Kecamatan Leitisel.
Sementara itu, pada sore hari, Penyuluh Lapangan, Agnes Nanlohy melakukan pendampingan kepada 6 orang Ibu Hamil untuk melakukan pemeriksaan dan USG di tempat praktek Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Jean Pattiasina.