Ambon, Ambontoday.com.- Menyikapi tindakan Polda Maluku yang terkesan acuh terhadap persoalannya, Tati (pemilik lapak dagangan) bersama kuasa hukumnya, Semy Waelaruny, serta para pedagang lapak cakar bongkar Mardika, yang dibongkar oleh oknum perwira Polda Maluku, Kompol Cam Latarissa, Mendatangi DPRD Maluku guna meminta perlindungan dan keadilan.

Kedatangan para pedagang Cakar Bongkar pasar Mardika yang lapaknya dibongkar beberapa hari kemarin diterima oleh Sekertaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Afifudin, H. Fachry Husni Alkatiri dan Anos Yeremias di ruang komisi 3 DPRD Maluku, Senin (31/1/2022).

Setelah mendengar keluhan para pedagang, Anggota Komisi 3 DPRD, Afifudin, berjanji akan segera melaporkan ke ketua DPRD dan akan meminta agar segera melakukan rapat gabungan komisi untuk membahas apa yang dialami oleh para pedagang.

“Laporan telah kami terima dan akan diserahkan ke pimpinan DPRD yang akan didisposisi ke komisi terkait untuk mengundang pihak-pihak, “ ungkapnya.

Dirinya menilai aksi pembongkaran yang dilakukan Kompol Cam Latarissa sangat tidak manusiawi.

“Semestinya, pihak berwenang mengambil langkah terkait aksi pembongkaran tersebut, tadi informasi dibongkar bukan kepolisian, Pol PP  tapi pihak ketiga itu melanggar hukum.
Ada indikasi pelanggaran hukum karena melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari keterangan kuasa hukum dan ibu Tati, ini dibangun atas kepercayaan dari ibu Tati dan pak Can namun kepercayaan ini dihianati.

Langkah-langkah eksekusi yang dilakukan terhadap lapak Ibu Tati adalah langkah-langkah Premanisme

Terkait pelepasan Police Line, menurutnya, DPRD akan meminta klarifikasi kepada Polda Maluku siapa yang memasang.

“Kalau yang memasang police line dari Polda Maluku kita akan minta klarifikasi, kenapa ada Police Line, Tiba-tiba tidak ada lagi, itu akan dijawab oleh pihak yang memasang,” katanya.

Dijelaskan, tugas DPRD adalah memediasi, DPRD tidak punya hak untuk eksekusi tetapi merekomendasikan  bukan hanya sampai di Polda saja tetapi sampai di Polri.

Setelah dilaporkan ke DPRD, pihaknya akan segera meminta pihak kepolisian untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain Afifudin, Anos Yeremias yang juga anggota Komisi 3 berjanji nantinya DPRD akan memanggil pemilik Lahan dan Cam Latarissa.

Dirinya mengakui, saat ini banyak sekali persoalan yang terjadi karena kelemahan aparat penegak hukum, untuk itu dirinya meminta pihak kuasa hukum untuk segera memberikan laporan yang sudah dirampungkan oleh pihak Tati untuk segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi masalah di lapak yang ditempati pedagang.

Dirinya berjanji akan secepat mungkin menghubungi Ibu Tati dan pihak-pihak terkait untuk dilakukan mediasi.

Untuk diketahui aksi ini dilakukan karena selama ini pihak pedagang sudah melaporkan Kompol Cam Latarissa yang terkesan telah menghianati dirinya.

Selain itu aksi premanisme yang sudah dilakukan Latarissa dengan membongkar bangunan miliknya oleh preman suruhan Perwira Polda tersebut.

Print Friendly, PDF & Email