Tim Karateka Kota Tual Terlantar Usai Bertanding

Ambontoday.com, Ambon – Turnamen Kerateka yang disellenggarakan oleh kutua Umum DPD Partai Gerindra, diikuti oleh seluruh Kabupaten Kota yang ada di Maluku dan juga beberapa provinsi yang ada di Indonesia bagian Timur.
Pembukaan yang diselenggarakan pada tanggal 4 Ferbuari 2016 kemarin sekaligus dilakukan pertandingan, setelah selesai pertandingan, Tim asal kota Tual kedapatan terlantar di depan Gedung Taman Budaya, akibat tidak ada lgi anggaran untuk membayar penginapan dan ongkos.
Kepada media Simpai Baron Laian yang mengantar Tim dari Koata Tual mengatakan bahwa keberadaan mereka di Kota Ambon untuk mengikuti prtandingan sesuai arahan koni Kota Tual dan Wali Kota.
“Saya dan tiga belas pemain berangkat dari Kota Tual atas arahan koni dan wali kota Tual untuk mengikuti kejuaraan Karate merebut Ketua Umum Paratai Gerindra Cup, keberangkatan kami tanpa diberikan sedikit anggaran pun, dengan janjian dari pihak koni ketika Tim sudah di Ambon baru uang ditransfer kerekening pemain, namun kenyataan sampai kami selesai bertanding dan komonikasi terus kami lakukan terkait dengan anggaran yang sudah disetujui Pemkot Tual, tetapi sampi larut malam trnsferan juga belum ada. “ Ungkap Laian.
Ia juga menambahkan bahwa dari kondisi tersebut sangat mencoreng para atlit kerateka asal Kota Tual yang hadir untuk mengukuti pertandingan, sehingga jalan keluar yang diambil adalah menghubungi beberapa anggota DPRD Provinsi Maluku asal Kota Tual untuk membantu menebut uang pengenipan dan biaya makan serta transport.
“Dari ide yang kami lakukan sehingga menuai hasil, atas nama Tim dan masyarakat Kota Ambon mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Risat Rahakbauw Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku yang sudah membantu kami untuk membayar penginapan dan memberika kami biaya makan dan transportasi” harunya laian.
Di lediamannya (Rahakbauw-red) melampiaskan kekecewaannya kepada Pemerintah Kota Tual dan Koni, dengan tindakan yang sangat memaluhkan Kota Tual, kekecewaan ia juga kepada pihak Panitia Penyelenggara yang kurang profesional dalam melakukan akomodasi kepada seluruh Tim yang datang bertanding sesuai undangan yang diedarkan.
“Saya bingung dengan pemikiran Pemkot Tual, Koni dan panitia penyelenggara, teristimewa orang-orang yang berkuasa di Kota Tual yang tegah melantarkan para atlit-atlit se perti ini, jika tidak mampu membiayai jangan paksakan untuk Tim berangkat, jika itu dipaksakan berkoordinasilah, jangan memalukan Daerah kita, karena kehidupan tersebut tidak disangka masih ada di Kota Tual ya, semoga dengan adanya kejadian ini menjadi bahan introspeksi bagi Pemkot Tual dan koni dalam merangsang para atlit kita dalam bersing di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional” Kecewanya.
Ia bangga kepada para atlit kerateka yang datang bertanding, ketika menemui masalah yang sangat urijen namun tim masih semangat merebut tiga medali perak pada pertandingan awal. (AT.007)

Jadilah Orang Pertama share:
author