Ambontoday – Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily menghadiri sekaligus membuka Musyawarah I Kadin Kabupaten Buru Selatan, berlangsung di Aula Kantor Bupati setempat, Sabtu (30/10).
Wakil Bupati berharap KADIN Buru Selatan dapat merumuskan program kerja lebih baik dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang berlimpah di Buru Selatan.
“Pemerintah daerah menyambut gembira dilaksanakannya Musyawarah Kabupaten KADIN Buru Selatan yang ke-I 2021 ini,” ujar Wakil Bupati.
Dikatakan Selsily, pada dasarnya kegiatan ini merupakan implementasi tanggung jawab pengusaha yang tergabung dalam Kadin buru Selatan dalam melaksanakan aturan anggaran dasar anggaran rumah tangga organisasi.
“Kadis adalah wadah bagi pengusaha dan organisasi perusahaan yang berperan aktif sebagai mitra pemerintah daerah bidang perekonomian dan konsultasi antara pengusaha Indonesia yang berkaitan dengan perdagangan,” jelas Selsily.
Sebut Selsily, Musyawarah KADIN ini merupakan mekanisme organisasi dalam upaya pemantapan dan peningkatan keberadaan organisasi dalam membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.
“Untuk itu, musyawarah kabupaten juga merupakan forum pertemuan dalam rangka merumuskan rencana program yang telah diamanatkan oleh pengurus daerah dan pusat dalam mengkaji keberhasilan,’ jelasnya.
Lanjutnya, secara umum semu orang pandai berorganisasi namun tidak semua pandai melaksanakan amanah organisasi.
“Terlebih dalam mengemban amanah yang memerlukan perhatian Khusus,” ucap Selsily.
Masih Wakil Bupati, khususnya memberdayakan potensi organisasi sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan program pembangunan di Kabupaten Buru Selatan dalam upaya mencapai visi misi.
“Musyawarah KADIN I Buru Selatan ini diharapkan dapat merumuskan program kerja lebih baik dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang berlimpah di Buru Selatan,” harap Selsily.
Dengan berlimpahnya sumber daya alam Buru Selatan memerlukan perhatian bersama khususnya pengusaha dan pelaku industri sebagai mitra pemerintah untuk di gali dan diberdayakan sehingga menjadi kekuatan pembangunan. (Biro Bursel)
.