Wahilaitwan, Gustu Harus Lihai Tangani Penyebaran Covid-19 Di KKT

Saumlaki, ambontoday.com – Penanganan Covid 19 oleh Gugus Tugas (gustu) dan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku di pertanyakan oleh masyarakat pasca 214 orang terkonfirmasi positif Covid 19

Ketua Aliansi Masyarakat Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Kepulauan Tanimbar Stanley Wahilaitwan, SE mengatakan pasca hasil swab masal yang dilakukan Pemda KKT, 214 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19, namun langka-langka penanganan oleh tim Gustu Covid-19 dan Forum komunikasi pimpinan daerah (FORKOPIMDA) hingga saat ini, belum mangambil langkah-langkah konkrit dan terkesan adanya pembiaran berkembang biaknya Covid-19 di Kepukauan Tanimbar karena semua pasien masih melakukan karantina mandiri, bukan karantina Terpusat seperti yang dilakukan saat Tanimbar masih zona hijau Pungkasnya.

Bahkan Rumah Sakit PP Magretipun dituput sementara pelayanannya, sehingga mengakibatkan ada beberapa pasien yang meninggal dunia karena tidak tersentuh dengan pelayanan medis secara intens, sementara hasil Swab Covid-19 semakin bertambah.

Lanjut, Wahilaitwan, Penanganan Covid didaerah ini, ketika masih berada pada zona hijau begitu menggebu-gebu Gustu dan Forkopimda mengantisipasi, bahkan pasca Covid kiriman, satu penumpang di kapal Sabuk Nusantara 34 terkonfirmasih positif Covid-19 Gustu dan Forkopimda lansung turun tangan, bagaimana dengan sekarang, dimana masalah dan kendalanya.

“Ada kendala apa sih sampai gustu harus membiarkan pasien terkonfirmasih lakukan karantina mandiri, apa ini proses pembiaran agar Covid-19 semakin meningkat ya” ujar Wahilaitwan.

Dirinya berharap agar Gustu dan Forkopimda segera mengambil langka-langka antisipasi dalam menyelesaikan kasus Covid-19 di bumi Duan Lolat ini dengan baik. Jangan diam tetapi dari sekarang sudah saatnya harus bertindak dengan resiko dan konsekwensi apapun untuk melindungi masyarakat Tanimbar. Karena dapak dari pendemi akan juga dirasakan olah Masyarakat Adat dipedesaan karena kebiasaan memberlakukan protokol kesehatan dipedesaan masih sangat kurang ungkapnya.(AT/meky)

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!