Wakapolres Ajak Masyarakat P. Romang Membuka Diri Demi Pembangunank

MBD, ambontoday.com – Kekayaan sumber daya alam di P.romang ini sangat luar biasa. Namun untuk apa kaya kalau tidak menikmatinya.

Romang kalau mau maju dan berkembang hanya tergantung dari orang romang sendiri.

Kutipan diatas adalah bagian dari seruan serta ajakan wakapolres MBD Kompol. Jani Parinussa SH.MH kepada masyarakat pulau romang saat menggelar kegiatan tatap muka perdana dalam rangka sosialisasi kamtibmas bersama para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama se pulau romang yang dipusatkan di desa hila kecamatan P. Romang kabupaten maluku barat daya pada senin, 10/8 lalu. Menurut wakapolres, setelah bertugas di MBD sejak sebulan lalu, dirinya sangat tertarik dengan pulau romang karena sejak lama dirinya sudah mendengar P.romang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun belum bisa dinikmati sepenuhnya akibat dari kurangnya akses dan sarana prasarana pendukung dalam mengolah dan memasarkan sumber-sumber kekayaan alam keluar daerah. Wakapolres mengaku setelah keinginannya menginjakan kaki di bumi rarmida itu terjawab, maka bayangan kekayaan alam pulau romang yang didengarnya selama ini ternyata bukanlah halusinasi namun faktanya memang demikian. “Saya waktu tiba di rumah kuda untuk melakukan tes suhu badan oleh pak dokter dan tim medis, saya sudah mencium aroma kekayaan alam masyarakat romang dengan harum ranum buah cengkeh dan bunga serta biji-biji pala walau belum sempat melihatnya”, kesannya.
Wakapolres membayangkan suatu saat seiring perkembangan laju pembangunan di pulau itu, maka bukan tidak mungkin pulau romang khususnya desa hila akan menjadi central perekonomian karena menjadi pelabuhan transit dari tiga desa yang ada di P. Romang. Olehnya itu dirinya meminta kepada masyarakat agar jangan pernah menghalangi proses dan kegiatan pembangunan di pulau romang baik itu program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta pihak swasta yang ingin membangun di pulau ini. Kalaupun ada poyek pembangunan dari pemerintah maupun pihak swasta yang membutuhkan lahan masyarakat, maka harus dibicarakan secara bijak dan arif sesuai dengan adat dan istiadat serta kearifan lokal yang ada. ” percuma alam kita kaya, tapi kita tidak nikmati kemudian sampai pada masa anak cucu kita pun tidak dinikmati nah kalau sudah begini sapa yang disalahkan? Kan yang salah adalah kita selaku orang tua. Jadi jangan berpikir sekarang sebab mungkin selaku orang tua kita tidak menikmatinya tapi anak cucu kita pasti akan menikmati pembangunan itu.”, ujarnya. Wakapolres mengajak, masyarakat pulau romang harus membuka diri dan menerima pembangunan yang masuk di pulau ini sebab kalau tidak maka akan menimbulkan stigma baru bahwa masyarakat pulau romang tidak suka pembangunan sehingga segala pembangunan bisa saja dialihkan ke tempat lain akibat dari penolakan yang dilakukan terhadap seluruh pembangunan yang masuk di pulau romang ujar pria asal nusalaut kabupaten maluku tengah ini.
Baginya, pembagunan bukan saja soal fisik tapi juga soal pembangunan sumber daya manusia seutuhnya sehingga kalau SDA kita sudah melimpah, SDM kita juga mumpuni maka masyarakat pulau romang ini akan menikmati kekayaan alamnya dengan aman dan damai karena setiap orang di pulau ini memiliki pemikiran yang positif, futuristik dan konstruktif secara komperhensip sebab, selama ini kekayaan pulau romang hanya dinikmati oleh segelintir orang yang memiliki modal akibat dari keterisolasian dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kehadiran sebuah pembangunan apalagi itu soal sarana dan prasarana di wilayah ini. “Kalau sudah ada jalan, atau akses lainnya maka orang romang sudah bisa membawa hasil alamnya ke surabaya atau ke daerah lain. Jadi semua itu tergantung orang romang sebab maju mundurnya sebuah daerah tergantung pada orang-orang yang mendiami daerah itu kecuali romang sama sekali tidak disentuh oleh pembangunan tapi ini kan ada pembangunan yang masuk sehingga orang romang harus membuka diri dan menerimanya bukan sebaliknya mempersoalkan dan menghalanginya.

tambah perwira yang yang menghabiskan masa bintara remajanya di polda maluku utara ini.
Senada dengan wakapolres, kapolsek Pp.kisar AKP. Soleman menambahkan, selama ini pulau romang sangat terisolasi akibat keterbatasan akses dan sarana prasarana di wilayah itu sehingga dengan adanya program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah maka masyara jangan menutup diri namun harusnya membuka diri menyongsong pembangunan itu ungkap soleman. Ditambhakan, tertutup atau terbuka yang dimaksudkan adalah soal soal pikiran kita sehingga diharapan pikiran kita selalu terbuka untuk menyambut pembagunan di daerah kita. “Mari kita membuka diri terhadap pembangunan untuk masa depan anak cucu kita, dan pulau kita agar kita dapat sejajar dengan daerah lain di indonesia. asas manfaat yang akan diperoleh melalui pembangunan di daerah ini. Saya melihat peluang masyarakat pulau romang kedepan akan lebih sejahtera ketimbang daerah lain di MBD.
menurutnya ada 3 faktor untuk mengukur tingkat kesejahteraan sebuah wilayah yakni, sumber daya alam (SDA), luas wilayah, dan sumber daya manusia (SDM)nya dan untuk pulau romang SDA sangat melimpah, dan untuk luas wilayahnya tidak terlalu besar sehingga tidak merepotkan pemerintah dalam merencanakan sebuah desaign pembangunan di wilayah itu imbuh kapolsek. dan sebagai buktinya lanjut dia bahwa pemerintah telah mengalokasikan sejumlah projet akses dan sarana jalan lingkar yang menghubungkan 3 desa yang ada di pulau romang yakni jerusu, hila dan solath namun yang menjadi kendala saat ini adalah soal SDM yang masih minim sehingga banyak orang yang menutup diri dan seolah berpikir subjektif terhadap kehadiran projet tersebut. Imbuhnya. (AT/jeger)

author