Wakil Bupati MBD Sok Atur Kepala BKD

No comment 485 views
Ambontoday.com, Ambon – Dua periode Barnabas Orno memimpin Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sebagai Bupati, periodisasi 2016-2021 yang berpasangan dengan Benjamin Oyang Noach sebagai Wakil Bupati MBD. Dalam melaksanakan tugas, Wakil Bupati Noach dengan kekuasaannya sebagai seorang Wakil Bupati, senaknya menginterfansi Kepala Badan Kepegawayan Daerah (BKD) MBD Eko Falirat dengan tugas fungsionalnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Diduga keras interfenai Noach membuai kerja sama dengan Falirat dalam menggalkan berbagai persoalan PNS yang ada di Kabupaten MBD.
Faktanya, Keluarga lawan politiknya dimatikan masa depan mereka secara halus, dengan cara menggagalkan proses kenaikan pangkat dari golongan IIC ke golongan IIIC atau golongan yg lebih tinggi.
Terbukti Nyonya Novita Margareth Paulus PNS yang berkantor pada badan keuangan daerah MBD ketika diangkat menjadi PNS dengan golongan IIC pada Tahun 2009-2010 hingga kini belum juga naik pangkat, sekalipun itu sudah diusulkan berulang kali oleh yang bersangkutan.
Simon Christian suami dari Novita Margareth Paulus kepada awak media di Ambon jumat (27/10/2017) mengatakan bahwa ” istri saya sudah berulangkali lewat instansinya melakukan permohonan kenaikan berkala dari IIC ke IIIC namun tidak pernah diterimah,” beber Christian.
Dikatakan juga di Tahun 2015 kemarin istrinya bersama rekan PNS-nya berjumlah delapan orang mengajukan berkala kenaikan pangkat, namun istrinya sendiri ditolak berkasnya. “Saya bingung dengan BKD MBD dengan sistim kerja mereka, yang mana pekerjaan ASN disangkutpautkan dengan persoalan politik, sistim kerja seperti ini akan hancurkan seluruh ASN yang ada si MBD nanti” keitik Christian.
Kritikan dan kekecewaan tersebut kiranya menjadi perhatian dari Bupati MBD Barnabas Orno dalam menertipkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mengingat Laulus telah menjalankan tugasnya sebagai PNS sejak 2010 hingga kini selalu digagalkan dalam pengusulan berkala kenaikan pangkat. Harapan Christian, korban istrinya ini jangan sampai dinikmati juga oleh PNS yang ada di Kabupaten MBD, dan ini merupakan pelajaran penting bagi Pemerintahan Pa Orno dan Wakilnya yang selalu manjastifikasi hal-hal yang berlebihan.
“Saya berharap ya, dengan dilakukannya ketidak adikan bagi istri saya ini kiranya menjadi pethatian khusua dari Pa Bupati, karena yang berpolitik praktis itu saya karena tidak terikat bukan istri saya, sehingga apa yang dilakukan Wakil Bupati bersama Kepala BKD sengat-sangat tidak terpuji dan profesional” kesalnya. (AT-007)
author