13 June 2024
Birokrasi dan Pemerintahan Kab.KKT

Warga Korea Diduga Dibekap Oknum Dinas PK KKT Muluskan Usaha Ilegal

Saumlaki, Ambon today.com – Pengusaha Warga Asing asal Korea Mr Lee yang bergerak sebagai pembeli dan pengekspor Ikan antar Provinsi di NKRI dimuluskan usahanya sejak Tahun 2016 hingga saat ini, oleh oknum-oknum yang sangat merugikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dari Dinas Kelautan dan Perikanan (KP)dan juga Karantina perikanan dipelabuhan Saumlaki.

Pengusaha asing ini, diduga dilindungi oleh oknum dari KP dan Karantina Perikanan, mengingat usaha ilegal itu sudah beroperasi sejak lama namun, tidak diketahui oleh Kepala KP.

“Saya tidak tahu terkait usaha asing itu karena usahanya tidak memiliki ijin,” ujar Kadis KP KKT Pede Batlayeri ketika dihubungi para jurnalis dilokasi usaha asing itu.

Pemilik Usaha ilegal itu Mr. Lee yang didampingi Istrinya Hana, membenarkan, usaha mereka sudah bergerak sejak tahun 2016 dan 2017.

“Betul usaha kami ini sudah berjalan dari tahun 2016 – 2017, sempat mandek usaha kami dari tahun 2018 – 2020, kami baru saja aktif ditahun 2021 ini” ungkap Hana kepada awak media Selasa, (28/4).

Dikatakan juga, pihaknya sudah satu kali melakukan expor ke Surabaya sebanyak sebelas ton, dengan meminjam perusahan lain untuk ekspor.

“Kami sementara mengurus perjang usaha kami, namun terkendala pada BPJS kesehatan dan BPJS kerenagga kerjaan, sehingga kami meminjam perusahan lain untuk mengekspor ikan ke Surabaya” pungkasnya.

Ia juga mengakui, selama beroperasi, pihaknya selalu berkewajiban untuk membayar retribusi ke Pemda KKT, melalui KP dan Karantina perikanan.

“Kami selalu bayar retribusi untuk pa Ongen di Dinas, jika beliau tidak datang, ada bawahannya yang datang ambil tagihan retribusi” jelasnya.

Mencermati penjelasan ibu Hana, menimbulkan pertanyaan, dimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) KKT sejak tahun 2016 hingga kini yang diduga dinikmati oleh oknum-oknum tertentu yang ada di Dinas PK dan Karantina perikanan.

Bupati KKT, Petrus Fatlolon, Dinas Inspektorat, Kejaksaan dan kepolisian serta lembaga-lembaga terkait untuk memanggil dan memeriksa atau mengaudit persoalan ini, karena sangat merugikan Pemda KKT. (AT/tim)

Spread the love
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
X