Zaidna : PCR Beratkan Pelaku Perjalanan

AMBON, Ambontoday.com- Aturan melakukan perjalanan keluar Provinsi Maluku dengan harus mengantongi hasil PCR Swab dinilai sangat memberatkan serta menyusahkan para pelaku perjalanan.

Tak hanya soal biaya PCR swab saja, bahkan untuk mendapat pelayanan PCR swab saja sangat sulit. Akui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Zaidna bin Taher kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan, terbatasnya PCR di Ambon, pelaku perjalanan tidak bisa melakukan perjalanan segera.

“Saya kedapatab di beberapa rumah sakit untuk swab PCR, semuanya tutup untuk PCR pelaku perjalanan, yang buka hanya di RS. Siloam,” ujarnya.

Dia mengaku, di beberapa rumah sakit yang dia kunjungi untuk menjalani swab PCR, semuanya tidak melayani. Hingga ke Rumah Sakit (RS) Valentine, dia mendapat tanggapan bahwa PCR yang tersedia hanya untuk orang sakit dan yang terkonfirmasi Covid.

“Yang dia temukan di RS. Siloam itupun harganya relatif mahal, yakni sebesar Rp.900 ribu. Sudah begitu, harus menunggu hingga lima hari baru bisa mendapatkan hasil swab PCR, itu pun jika hasilnya negatif baru bisa melakukan perjalanan,” ucapnya.

Ada juga yang harganya Rp 1,2 juta, dan hasilnya bisa diperoleh setalah satu jam menjalani swab. “Jadi kalau mau langsung di swab dan mendapatkan hasilnya lebih cepat, maka harganya Rp.1,2 juta. Itu kalau positif, bisa berangkat. Tapi kalau negatif, yah tidak bisa berangkat,” ungkapnya.

Menurutnya, persyaratan perjalanan keluar Maluku sebagaimana diatur dalam PPKM Mikro oleh pemerintah memang baik dalam menekan tingkat penyebaran Corona. Namun, setidaknya pemerintah kota juga harus menyiapkan fasilitas pelayanan yang mudah bagi masyarakat.

Setelah membuat aturan, pemerintah kota harus menyiapkan segala sesuatu yang bisa diperoleh dengan mudah oleh masyarakat, seperti PCR.

Pemkot harus menyiapkannya sebanyak mungkin. Pelayanan PCR bagi pelaku perjalanan juga harus tersendiri, tidak perlu lagi diserahkan ke pihak ketiga.

“Itu supaya masyarakat tidak perlu lagi ke rumah sakit swasta dengan biaya yang mahal. Karena yang ada sekarang ini memberatkan masyarakat, baik dari sisi biayanya maupun ketersediaan PCR,” ungkapnya. (AT-009).

Print Friendly, PDF & Email
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!