Gerakan Membangun Maluku Barat Daya Rayakan Hut Yang ke-1
Perayaan ulang tahun ini digelar di gedung student center GMKI ambon. Bukan hanya itu perayaan Hut GMBK juga diikuti dengan dialog sesuai dengan tema: "Merangkai Cita Menggapai Asa Demi Bumi Kalwedo". Dialog ini dihadiri oleh ketiga pembicara hebat yang juga adalah pendamping GMBK antara lain.
Franklin Dahoklory yang Berbicara dari aspek organisasi sebagai wadah pengembangan kapasitas, Lita Leanders, peluang anak muda diera digital. Yamres Pakniany berbicara dari perspektif membangun jejaring dari kalangan komunitas, kepada crew Ambontoday via WhatsApp,18/07/2021. Dialog ini digelar guna menyadarkan para pemuda/pemudi mahasiswa MBD Untuk mempergunakan waktu dengan baik guna memperkuat kapasitas diri demi MBD lebih baik.
Tidak hanya itu, melalui sambutan ketua umum GMBK Dames Lewansorna menyampaikan dua hal penting dalam menyambut blok masela dan membangun MBD kedepan. Yang pertama aras pemikiran pemuda MBD terhadap segalah sesuatu jangan terlalu menyudutkan kepada politik. Yang kedua, saya mengajak pemuda MBD untuk berpikir praktis tetapi bertindak rasional sehingga segala sesuatu yang dirancangkan demi MBD lebih baik itu bisa berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Dihari ulang tahun GMBK yang kesatu juga keluarga besar GMBK berharap PEMDA MBD bisa melirik 4 point perjanjian MuO Dengan PEMDA pada tahun 2016 antara lain. Pertama, Memprioritaskan pemenuhan pasokan kebutuhan pokok selama proyek berlangsung dari sumber daya pangan loka MBD seperti: sayaur-saturan, kacang-kacangan, sumber air, bawang, daging dan batu-batuan dan selain itu memprioritaskan tenaga kerja dari bumi Kalwedo. Kedua, pembangunan pelabuhan udara tepa kecamatan pulau" babar demi mendukung proyek babar selaru.
Ketiga, membangun pusat pendidikan yang bersertifikat internasional dan segera dibangun tahun 2018 pada lahan 350 sentral pemerintah kabupaten MBD serta asrama dan sarana prasarana. Keempat, Pembangunan pabrik petrokimia di pulau babar kabupaten maluku barat daya, jelas Lewansorna. "Dari 4 point perjanjian MuO Dengan PEMDA MBD sampai saat ini realisasinya tidak maksimal.
Sebenarnya PEMDA MBD kerja apa? Ini merupakan hal yang serius yang mestinya pemda MBD jujur kepada publik terkait 4 point perjanjian ini serta realisasinya sudah sejau ini sampai dimana, karena eksploitasi blok masela bukan menjanjikan kesejahteraan kepada masyarakat melainkan merupakan tantangan yang besar, apalagi mendatangkan tenaga kerja dari berbagai negara yang jumlahnya begitu banyak, maka dampak yang paling besar dirasakan adalah masyarakat adat MBD karena akan terjadi segregasi dan pergeseran budaya masyarakat, Pergeseran ekonomi masyarakat bahkan sampai pada perampasan ruang hidup masyarakat setempat sehingga dikesempatan ini mestinya PEMDA MBD serius memperhatikan hal ini" Dengan Demikian tugas kita selaku pemuda yang berasal dari bumi Kalwedo patutlah mempersiapkan diri dari sekarang menyambut tantangan eksploitasi blok, tutup Putra MBD itu,(AT/19)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
4 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
4 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
4 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
DPD KNPI BURSEL Desak Pemkab Tepati Janji, Dino: Tidak Ada Negosiasi
PILKADA MBD JADI TARUHAN INTEGRITAS KPUD
Tindaklanjuti Penilaian Ombudsman, Dinsos Maluku akan Benahi Kekurangan
Pelantikan Pengurus KONI Ambon 2025-2029 Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Daerah
Gubernur dan Wagub Melayat Ke Rumah Duka Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah