Gubernur Akui Keberadaan Warga Tionghoa Tingkatkan Roda Perekonomian
Lotharia Latief, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Tiopan Hutapea, Rektor Unpatti Ambon M. J.
Saptenno, Rektor IAKN Ambon Yance. Z. Rumahuru, Kakanwil Kemenag Maluku H.
Yamin, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena. Acara perayaan Tahun Baru Imlek yang dilakukan mengambil Tema βBersama Kita Menjaga Kedamaian dan Bersatu Mempertahankan Rasa Persaudaraanβ.
Sekda Provinsi Maluku, Sadali Le yang hadir pada kesempatan itu juga mewakili Gubernur Maluku yang berhalangan hadir memberikan apresiasi atas dukungan masyarakat Tionghoa selama ini dalam membantu pemerintah daerah Maluku dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku khususnya yang ada di kota Ambon. Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Provinsi Maluku menyampaikan, peran masyarakat Tionghoa selama ini sangat besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya mengingat hampir sebagian besar masyarakat keturunan Tionghoa bergerak dalam sektor usaha dan ekonomi, yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. "Saya mengajak kita semua untuk turut menjaga sistem perekonomian daerah, apalagi di tengah tantangan dan ancaman resesi ekonomi global serta perhelatan tahun politik menjelang pemilu tahun 2024,β jelas Gubernur.
Menurutnya, perayaan tahun baru Imlek telah menjadi tradisi dan menjadi warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Perayaan Imlek bukan hanya menjadi milik masyarakat keturunan Tionghoa saja, tapi telah melebur, membaur menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia termasuk di provinsi Maluku. Menurutnya, esensi dasar dari perayaan Tahun Baru Imlek sesungguhnya merupakan wujud kesadaran warga masyarakat keturunan Tionghoa untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas rezeki, kesuksesan dan keberhasilan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, serta sebagai wahana untuk melakukan refleksi, evaluasi dan transformasi diri menuju manusia yang bijaksana, serta memiliki kepekaan sosial dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama.
βKebersamaan yang terjalin di antara warga keturunan Tionghoa dengan berbagai elemen bangsa, telah menjadi bukti semakin kokohnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada, sebagai wujud membangun kehidupan masyarakat yang multikultural secara aman dan damai, saling menghargai satu dengan yang lain serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,β ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya. Perayaan Tahun Baru Imlek yang dilakukan semakin marak dengan hadirnya pertunjukan musik, tarian dan drama Imlek. Selain itu, dalam perayaan tersebut juga dibagikan puluhan hadiah door prize bagi undangan yang beruntung.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
3 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Data Siswa Ganda, PKBM Mora Lanit Diberi Peringatan Keras
Mercy Barends Minta Bursel Kerja-Sama Siapkan Data untuk Penambahan APBD Bursel
Telkomsel Gelar Papua Maluku Digital Bootcamp Season 3, Cetak Talenta Digital Muda di Indonesia Timur
Wagub Orno Launching Tim Siber Maluku