AmbonToday
Menu Utama

Gubernur Hadiri Makan Patita, Tegaskan Perdamaian Negeri Liang

M

Oleh: Mozes

Thursday, 29 January 2026 | 18:44 WIT

Bagikan:
Gubernur Hadiri Makan Patita, Tegaskan Perdamaian Negeri Liang
โ€ŽAmbontoday. com, Malteng.โ€“ Dalam rangka memperkuat rekonsiliasi dan perdamaian antar anak negeri, Gubernur Maluku menghadiri kegiatan Makan Patita bersama masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (29/01/2026).

โ€ŽKegiatan Makan Patita ini menjadi simbol kuat rekonsiliasi perdamaian yang ditandai dengan penyembelihan satu ekor kambing, sebagai bentuk sumpah adat seluruh anak Negeri Liang agar konflik yang pernah terjadi tidak terulang kembali. โ€ŽProsesi adat tersebut juga dimaknai sebagai komitmen bersama, di mana setiap pelanggaran terhadap sumpah perdamaian diyakini akan mendapatkan sanksi adat dan kutukan dari para leluhur. โ€ŽDalam sambutannya, Gubernur Maluku menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat Negeri Liang untuk kembali mempererat persaudaraan.

โ€Žโ€Žโ€œPertemuan hari ini adalah momentum pembuktian bahwa kasih sayang, persaudaraan, dan keinginan untuk hidup damai jauh lebih kuat daripada amarah yang sempat memisahkan kita. Saya merasa bangga bisa hadir pada acara Makan Patita ini,โ€ ujar Gubernur. โ€ŽGubernur menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pihaknya menyambut baik pelaksanaan Makan Patita sebagai wujud memperkokoh semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

โ€ŽNilai-nilai orang basudara dan pela gandong yang hidup dalam tradisi Makan Patita diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat. โ€Žโ€œKesempatan ini harus dimaknai sebagai wujud keterlibatan bersama dan introspeksi terhadap berbagai bentuk interaksi sosial, baik dengan sesama manusia maupun lingkungan, khususnya di Negeri Liang yang sama-sama kita cintai,โ€ tambahnya. โ€ŽLebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa konflik dan pertikaian hanya akan meninggalkan luka, baik secara fisik, materi, maupun psikologis.

Terjebak dalam dendam, menurutnya, hanya akan merugikan masa depan generasi mendatang. โ€Žโ€œTidak ada pemenang dalam sebuah konflik. Yang ada hanyalah kehilangan,โ€ tegas Gubernur.

โ€Žโ€ŽIa juga menekankan, ukhuwah atau persaudaraan merupakan modal dasar untuk saling menghidupi dan membangun Maluku secara bersama-sama. โ€ŽGubernur mengutip ungkapan luhur orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng di patah dua, sebagai spirit kebersamaan sejati orang basudara. โ€Žโ€Žโ€œUntuk itu, saya mengajak seluruh warga Negeri Liang, mari katong jaga Maluku bae-bae.

Siapa lagi yang mau bangun Maluku kalau bukan ale dengan beta,โ€ ajaknya. โ€ŽSebagai penutup, Gubernur mengutip sebuah kalimat bijak, โ€œPerdamaian tidak ditemukan dengan ketiadaan masalah, tetapi dengan kehadiran kemauan untuk menyelesaikannya bersama.โ€ โ€ŽPada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Raja Negeri Liang, serta seluruh masyarakat yang telah bersungguh-sungguh mewujudkan rekonsiliasi perdamaian melalui Makan Patita. โ€ŽTurut hadir mendampingi Gubernur Maluku dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura atau yang mewakili, Bupati Maluku Tengah beserta Ibu, Ketua MUI Provinsi Maluku, Camat Salahutu beserta jajaran, Raja Negeri Liang, para Raja se-Jazirah, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat. (Diskominfo Maluku/AT)

๐Ÿ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

๐Ÿ’ฌ 0 Komentar

๐Ÿ“ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!