Masyarakat Wetar Geruduk DPRD Maluku, Suarakan Luka Laut yang Tercemar Limbah Tambang
Mereka berkumpul bukan sekadar berteriak, melainkan menyerahkan nurani yang tergores akibat aktivitas tambang PT Batutua Tembaga Raya (BTR) yang dituding mencemari laut dan merenggut kehidupan. Di antara spanduk dan poster tuntutan, suara para demonstran bergetar: mereka meminta agar lembaga wakil rakyat tak hanya menjadi penonton, tetapi turun tangan menyelamatkan masa depan lingkungan. Tuntutan itu mengalir tegas: Mereka mendesak DPRD segera membentuk tim investigasi independen, agar kebenaran tidak hanya bersandar pada laporan internal perusahaan. Mereka meminta agar sanksi tegas dijatuhkan jika terbukti kelalaian telah menjadi pangkal pencemaran. Lebih jauh, mereka menuntut pemulihan lingkungan secara menyeluruhβmembersihkan air laut yang kini keruh kekuningan, menata kembali pesisir yang ternoda limbah tambang.
Namun suara ini bukan hanya tentang laut yang tercemar. Ada pekikan lain yang lebih lirih: hentikan intimidasi terhadap para pekerja. Jangan ada pemecatan hanya karena keberanian menyuarakan fakta.
Di bawah terik matahari, mereka pun mengingatkan DPRD untuk mengawal kompensasi yang dijanjikan. Bukan kompensasi basa-basi, melainkan yang adil dan menyentuh nelayan yang kehilangan mata pencaharian akibat rusaknya laut tempat mereka berlayar dan mencari makan. Aksi hari ini juga menuntut agar DPRD Provinsi Maluku segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas ESDM, Lingkungan Hidup, Perikanan, dan pihak perusahaan, untuk membicarakan insiden tongkang yang patah di akhir Agustus laluβsebuah peristiwa yang dianggap sebagai titik awal tercemarnya laut di sekitar dermaga Wetar.
Suara rakyat Wetar yang menggetarkan gedung DPRD ini bukan sekadar keluhan. Ia adalah peringatan, sebuah elegi dari laut yang sekarat, dan doa dari nelayan yang kehilangan harapan. Kini, bola ada di tangan DPRD Provinsi Maluku: akankah mereka berdiri bersama rakyat dan lautnya, atau kembali hanyut dalam diam yang menyesakkan? [Nar'Mar] ---
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
4 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
4 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
4 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Konser Berbagi Kasih untuk COVID-19, Terkumpul Dana 4 M Hingga Lelang Motor Listrik Tanda Tangan Jokowi
Kota Ambon Masuk Zona Kuning
Mini Festival "Arika Kalesang Negeri",Wali Kota Ambon Tegaskan Dua Strategi Besar Atasi Sampah
Gelar Rakon, Widya Harap TP-PKK Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
Masih Mangkir, Kadis Pendidikan Maluku Terancam Dipanggil Paksa