MD KAHMI BurseL Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat Atasi Bencana Alam di Ambalau
“MD KAHMI Buru Selatan Mendesak Pemda Provinsi Maluku dan Buru Selatan mengambil langkah cepat dan tepat untuk menangani dampak banjir di Kecamatan Ambalau Kabupaten Buru Selatan," pintah pemuda BurseL ini. Disampaikan bahwa, kondisi alam ekstrim akibat curah hujan yang terjadi saat ini sangat tinggi harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. "Secara nasional dimana telah terjadi bencana karena hujan lebat, keadaan alam yang sangat memprihatinkan, mulai dari Jawa dan wilayah Indonesia bagian timur, ucap Solissa.
Sebutnya lagi, hampir di semua wilayah di Indonesia mengalami hujan deras, kondisi ekstrim ini berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. "Kondisi alam sedemikian inilah menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan penuh dalam upaya penanggulangan bencana yang dialami oleh masyarakat," sebut Solissa. Solissa sangat prihatin terhadap bencana yang di alami oleh masyarakat Kecamatan Ambalau Kabupaten Buru Selatan.
"MD KAHMI Buru Selatan sangat prihatin terhadap kondisi Banjir di beberapa titik di Kabupaten Buru Selatan, lebih Khusus di Kecamatan Ambalau," ujarnya. Dikatakan, sejak Minggu malam (29/6) luapan air akibat curah hujan yang begitu tinggi selama seharian mengakibatkan banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Ambalau. Sejumlah desa di kecamatan Ambalau yang mengalami bencana yaitu, di Desa Elara, Desa Selasi, Desa Siwar dan Desa Lumoy, Desa Ulima, Desa Kampung Baru, yang mengakibatkan ratusan rumah milik warga terendam Air.
"Bencana alam yang terjadi tahun ini di kecamatan Ambalau cukup parah karena belum pernah terjadi sebelumnya," ucap Solissa. Tandas Solissa, situasi banjir yang dialami oleh masyarakat sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah lebih khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan. "Padahal saat ini masyarakat yang terkena dampak bencana alam sangat membutuhkan perhatian pemerintah.
Karena dampak banjir tersebut membuat masyarakat tidak bisa beraktifitas, terutama di ibu Kota Kecamatan Ambalau," jelas Solissa. Sebut Solissa, akibat banjir mengakibatkan dua buah jembatan penghubung pada 2 kali, yakni kali Desa Siwar dan kali Desa Elara alami rusak parah. Akibat dari kerusakan dua jembatan itu mengancam keselamatan masyarakat apabila intensitas hujan masih terus terjadi.
"Karena masyarakat tidak ada akses jalan lain untuk menyelamatkan diri dengan aman. Karena dua kali pada ibu Kota kecamatan tersebut mengepung 3 desa begitu juga di desa-desa lain," ujar Solissa prihatin. Solissa berharap pemerintah daerah agar segera membantu masyarakat yang mengalami musibah banjir dengan bantuan logistik sembagko, obat obatan, atau tenda-tenda bagi masyarakat yang terkena banjir Solissa juga memberikan apresiasi kepada bupati buru selatan yang telah mengambil langkah untuk mengantisipasi potensi banjir di beberapa titik di Buru Selatan, "Kami berharap perhatian yang sama dilakukan oleh Bupati terhadap kondisi yang dialami oleh masyarakat Kecamatan Ambalau dan warga di desa – desa lain saat ini. Ia juga meminta kepada anggota DPRD agar mendesak pemerintah daerah Buru Selatan khususnya BPBD untuk segera turun ke masyarakat yang mengalami bencana. (Biro BurseL) .
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
4 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
4 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
4 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Doa Syukuran, Tagop Beri Santunan Pada Anak Yatim Di Kota Namrole
Mengayuh Roda: Patroli Sat Lantas Polres Buru Selatan Demi Keselamatan Warga
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Terima Penghargaan dari Pemprov PB
IPR untuk Rakyat atau Asing? Enam WNA Diduga Bekerja di Tambang Gunung Botak