Pemkot Gelar Kick Off Meeting Program Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik
Wattimena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kerja kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Kota Ambon saat ini sangat luar biasa, terutama dalam sektor persampahan. “Kami meyakini sungguh bahwa kita sementara berada dalam tantangan yang luar biasa dalam berbagai aspek.
Karena itu, tidak ada satu pihak pun yang akan mampu bekerja sendiri. Hari ini kita butuh kerja bersama, butuh dukungan dari berbagai pihak agar tantangan dan persoalan yang dihadapi bisa kita lalui dengan baik,” ujar Bodewin. Ia mengakui, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kota Ambon saat ini masih berada dalam kategori “daerah dalam pembinaan”.
Di tengah keterbatasan, Pemkot Ambon terus berupaya meningkatkan kapasitas internal, mulai dari pembenahan infrastruktur, pengadaan mobil pengangkut sampah, hingga penguatan SDM di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan. Berbicara mengenai transisi energi dari sampah, Wali Kota membagikan pengalamannya saat mengunjungi pembangkit listrik berbasis sampah di Singapura. Meski investasinya sangat besar, listrik yang dihasilkan hanya menyuplai 2% kebutuhan energi Singapura.
Namun, esensi utamanya bukanlah nilai ekonomis semata, melainkan bagaimana sampah tidak menjadi masalah lingkungan. “Kalau hanya sekadar menampung, mengangkut, dan membuang ke TPA, kita hanya memindahkan masalah dari sumbernya ke tempat pembuangan akhir. Masalah baru akan muncul di sana.
Tapi kalau kita mampu berinovasi mengelola sampah dari hulu (sumbernya), maka itu akan sangat membantu,” jelasnya. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Ambon berencana mulai menerapkan teknologi pengelolaan sampah tahun ini melalui Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan seperti briket. Dengan volume sampah Kota Ambon yang mencapai sekitar 250 ton per hari, Pemkot Ambon mengaku kewalahan jika hanya mengandalkan metode pengangkutan konvensional yang memakan biaya operasional besar.
Oleh karena itu, inovasi pengolahan sampah plastik berbasis masyarakat dan pendidikan lingkungan yang inklusif mutlak diperlukan untuk mengubah perilaku warga. Wali Kota juga mengapresiasi perubahan paradigma masyarakat Ambon saat ini yang kian peduli. Jika dulu pemerintah selalu diserang di media sosial terkait masalah sampah, kini publik justru saling mengingatkan dan banyak komunitas lokal yang lahir secara tulus untuk mengelola sampah di lingkungan masing-masing.
“Tenaga dalam” atau potensi lokal inilah yang harus terus diedukasi agar tidak hilang. “Politeknik Negeri Ambon membawa langsung nama Ambon. Kali ini kami butuh teknologi pengelolaan sampah dari Politeknik Negeri Ambon.
Mudah-mudahan bisa menghasilkan sebuah alat yang bisa kita sediakan dan letakkan di wilayah pemukiman masyarakat. Jika itu terwujud, saya rasa masalah selesai,” tegasnya. Melalui penelitian kolaboratif ini, Wali Kota berharap diharapkan lahir sebuah dokumen komprehensif yang mampu memotret dengan akurat persoalan sampah di Ambon sekaligus menawarkan formula solusi jangka panjang yang aplikatif.
Mengawalinya, kick off meeting digelar untuk menyelaraskan arah implementasi program, memperkuat koordinasi, serta meneguhkan komitmen kolaborasi sejak tahap awal pelaksanaan agar sejalan dengan agenda pembangunan daerah.( O. l )
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dugaan Laporan Fiktif Dana Desa Tunas Ilur 2023-2024, Sermaku Desak Kejari dan Inspektorat SBT Periksa RR dan AR
22 hours ago
Temuan BPk Rp 1,45 Miliar Disorot, Aktivis HMI Desak Kejati Maluku Periksa Anak Emas Bupati SbT, Sekada SBT
1 day ago
Dugaan Penyalahgunaan Dana Pendidikan Disorot, Baim Kapailu Desak Polda Dan Kejati Maluku Periksa Kadis Dikbud Buru Selatan
3 days ago
Gedung FISIP UNPATTI Diduga Mangkrak, Mahasiswa Bakar Ban Bekas di Depan Rektorat, Desak Rektor dan PPK Bertanggung Jawab
5 days agoRekomendasi Untuk Anda
Bahas Nasib Pedagang Buah Pasar Mardika, Komisi II DPRD Gelar Rapat Koordinasi
Kejagung Didesak Periksa Kontraktor Agus Thiodorus Terkait Pengrusakan Mangrove
Aponno : Aktivitas Pasar Mardika Tetap Berjalan
Wagub Resmikan Gedung Gereja Imanuel GPM Mesa Klasis Masohi
Mengenang Jasa Perjuangan, Soulisa-Seleky Dapat Gelar Kehormatan Adat Buru