Polres BurseL Amankan Pelipatan Surat Suara Pilkada 2024; Tidak Semua Petugas Diperkenankan Masuk
Kapolres Buru Selatan AKBP M. Agung Gumilar, S. I.
K., melalui Kabagdalopsres AKP Obed N. Remialy, S. Sos. mengatakan, pengamanan pelipatan surat suara merupakan bagian dari tahapan Pilkada 2024 yang harus diawasi dengan ketat.
Ia memerintahkan anggotanya Sesuai Perintah Kapolres agar memeriksa ketat terhadap setiap petugas pelipatan surat suara yang keluar masuk. βHanya petugas tertentu yang diberi mandat oleh KPU ataupun Bawaslu yang kami perkenankan masuk,β terangnya. Lebih lanjut AKP Obed N.
Remialy, S. Sos. mengatakan surat suara menjadi dokumen sangat penting dalam pemilu karena menjadi penentu lembaran kertas yang nantinya dicoblos masyarakat saat pemungutan suara.
Oleh karena itu, anggotanya harus benar-benar melakukan pengamanan maksimal sehingga menjamin terjaganya surat suara tetap utuh sesuai standar pilkada hingga saatnya digunakan nanti pada 27 November 2024. Berdasarkan laporan dari KPU Kabupaten Buru Selatan jumlah Surat Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil sebanyak 53.110 lembar. βKegiatan pengamanan pelipatan surat suara ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendukung Pilkada 2024 berjalan aman dan tertib.
Polri akan terus melakukan pengamanan terhadap seluruh tahapan Pilkada 2024 hingga selesaiβ. Ungkapnya. (Biro BurseL)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PMII Bursel Soroti Dugaan Pelanggaran Lingkungan Proyek RSUD Salim Alkatiri, Pemda Diminta Berani Bertindak
3 weeks ago
Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong βPercepatan Tanam Musim Kedua Tahun 2026
4 weeks ago
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Dimulai dari BurseL, Bupati La Hamidi Ajak Warga Rawat Alam
1 month ago
Demokrat BurseL Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Tanam Pohon Kasuari di Pantai Waefusi
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Januari 2023, TPK Hotel di Maluku Capai 27,90 Persen
Lukas Enembe Adalah Gubernur Kami, Bukan Kepala Suku Besar Papua