Polres dan Pol PP dan Perindag Razia BBM dalam Kota Namrole BurseL
Akibat hal tersebut, warga masyarakat mengeluhkan kelangkaan BBM yang sudah berlangsung hingga hampir dua pekan terakhir. Tindak lanjut hal itu, Satuan Polisi Pamong Praja, Polres BurseL dan Dinas Perindag melakukan sidak pada sejumlah tempat yang ada di dalam kota Namrole. Menyikapi masalah tersebut Satpol PP dan pihak polres dibawah komando Kasat Reskrim, Iptu Yefta Marson Masala menyisir semua tempat penjualan bensin eceran untuk mengecek jangan-jangan ada penimbunan.
Jika ditemukan ada penimbunan, Satpol PP dan pihak Polres akan menyita langsung BBM tersebut untuk dijual kepada masyarakat dengan harga murah kepada masyarakat. Kepala Satpol PP Kabupaten Bursel, Samad Soel ditemui di sela-sela razia mengaku diduga ada sejumlah pengecer yang menimbun BBM untuk meraup keuntungan secara sepihak. βSetelah dilakukan Razia kami menemukan BBM Jenis Pertalite dan Pertamax dan Minyak tanah di tingkat pengecer yang sengaja disimpan namun tidak banyak, razia kemarin diduga telah bocor sehingga banyak pengecer yang main kucing-kucingan terhadap stok minyak yang disimpan,β jelas Soel.
βBBM yang disita Satpol PP ditingkat pengecer kemudian diamankan di kantor Satpol PP Bursel, kemudian dipanggil pemiliknya dan langsung dijual dengan harga normal, kemarin yang disita kebanyak BBM Jenis Mitan sekitar 600 Liter Lebih. Sementara BMM Jenis Pertalite/Pertamax sekitar 80 liter. Saya menduga aksi Razia oleh Pihak satpol PP dan Polres telah bocor,β tuturnya.
Kasat Satpol PP, Samad Soel menyampaikan pihaknya akan melakukan Razia ulang ditingkat pengecer untuk memastikan tidak ada lagi penimbunan BMM di Namrole dan sekitarnya. Ia mengemukakan hampir Dua pekan tidak hanya pasokan bensin di tingkat pedagang pengecer yang habis, namun beberapa layanan APMS yang beroperasi di Kecamatan Namrole mengalami kehabisan stok BBM juga. Kondisi kelangkaan ini, telah membuat pengecer yang menimbun BBM menaikan harga harga yang tinggi kepada Masyarakat.
Harga bensin di tingkat pengecer mengalami kenaikan secara drastis dari semula Rp15.000/17.000 per liter menjadi 25.000 hingga 30.000 perliter. Harga minyak tanah 6000 per liter menjadi 15.000 per liter, itupun untung-untung warga bisa dapat karena dijual secara sembunyi β sembunyi. Staf Disperindag Richard Abraham menegaskan, pihaknya akan menindak pedagang BBM berdasarkan aturan yang berlaku di negara ini.
"Pengecer memang tidak memiliki ijin karena tingkat penjualan terendah di pangkalan," jelasnya. Abraham mengancam akan memutuskan mata rantai pedagang BBM yang melakukan tab di sejumlah APMS yang ada di kota Namrole. Diketahui, warga mengeluh karena pedagang pengecer secara sewenang-wenang menaikkan harga bensin secara drastis, meskipun warga tetap membelinya karena tidak memiliki pilihan lain.
Agar penjualan BBM jenis Mitan kepada masyarakat dari hasil sitaan itu berjalan aman dan lancar, dilakukan penjualan di kantor Satpol diawasi Reskrim Polres. (Biro BurseL)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
4 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
4 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
4 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Dua Tokoh Penakluk Korupsi KKT Apresiasi Kerja Kajari GS dan Tim
Dinas Kelautan Berdayakan Swaklola Ikan Lele di Ambon
Ramadhan Penuh Berkah, Polres Bursel dan Bhayangkari Tebar Takjil serta Pesan Damai di Namrole
Wagub Hadiri Pelantikan Rektor Baru UKIM Masa Bakti 2021-2025
Sambut Naru, Tekomsel Proyeksikan Trafik Layanan Data Meningkat