Program Nasional Ketahanan Pangan Terpadu di Kota Ambon resmi dibuka oleh Walikota Bodewin Wattimena
Kehadiran Balai POM merupakan dukungan nyata dalam upaya Program intervensi ketahanan pangan yang memberdayakan masyarakat di desa, sekolah, dan pasar, dinilai sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GMPA). Dalam Program prioritas Pemkot Ambon, penanggulangan kemiskinan, Pemberdayaan diharapkan menciptakan sumber makanan bergizi, aman, dan berkualitas, selaras dengan program pemerintah pusat seperti pemberian makanan bergizi gratis bagi anak sekolah. Walikota berharap seluruh peserta dapat mengikuti program ini dengan seksama agar terlaksana dan jadikan Ambon sebagai kota pangan .
Kerjasama yang telah ditandatangani antara dinas terkait, sekolah, dan pasar, diharapkan menjadi komitmen bersama, bukan hanya formalitas, ” Bodewin mengatakan pentingnya pengawasan intensif terhadap makanan di restoran, usaha rumah tangga, dan jajanan pasar, termasuk pembentukan tim terpadu untuk pengawasan jajanan pada hari besar keagamaan, guna mencegah keracunan makanan. Dalam hal ini Walikota juga mengatakan, Kebersihan dan penyimpanan makanan menjadi perhatian utama untuk menghindari kontaminasi, Ketahanan pangan, ini merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. ujarnya Kepala Balai POM Ambon, Tamran Ismail, S. Si., MP, dalam sambutannya menyatakan pentingnya acara tersebut, mengingat materi yang disampaikan terkait advokasi Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GMHS). Balai POM memiliki tiga program terpadu untuk meningkatkan peran serta pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjamin ketahanan pangan, sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Ketahanan Pangan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam pengawasan ketahanan pangan mengingat keragaman produk pangan, mulai dari pangan segar hingga pangan impor. Tiga poin penting yang disampaikan Tamran Ismail adalah pengawasan, pembinaan, dan pendampingan yang dilakukan oleh berbagai pihak, dari pemerintah pusat hingga desa/kelurahan. Anggaran desa yang diprioritaskan untuk ketahanan pangan juga harus memperhatikan keamanan pangan.
Kasus keracunan makanan, termasuk yang melibatkan produk impor, menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan. Dengan adanya program Food Happy, diharapkan keamanan pangan dapat ditingkatkan
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT ke-451 Kota Ambon, Wali Kota Bodewin Serukan Gerakan Bersih untuk Wujudkan Maluku Sehat
1 day ago
PLN UP3 Ambon Siagakan Tim dan Backup UPS 250 KVA Amankan Kelistrikan HUT Kota Ambon ke-451
1 day ago
52 Pejabat Fungsional Pemkot Ambon Dilantik, Bodewein: Jangan Anggap Jabatan Kelas Dua
1 week ago
LASKI Nusantara Fest 2026 Digelar di Ambon, Jadi Wadah Generasi Muda Kembangkan Seni Islami
1 week agoRekomendasi Untuk Anda
Safari Ramadhan Pemkot Ambon: Pererat Silaturahmi dan Kokohkan Toleransi
Latupono: Cegah Claster Baru, Guru Se-Kota Ambon Wajib Ikut Vaksin
GMBK Gelar Diskusi Kupas Tuntas Dampak Pandemi Terhadap Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya