Hingga Akhir Tahun 2021, Industri Jasa Keuangan Maluku Tumbuh Positif
"Industri jasa keuangan di Provinsi Maluku hingga akhir tahun 2021 tercatat terus menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan kinerja intermediasi yang tinggi disertai tingkat risiko yang terkendali, baik di sektor perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non bank (IKNB)," kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Ronny Nazra kepada media di bon, Kamis (30/12/2021). Ia mengakui, tumbuh positifnya IJK sejalan dengan pelaksanaan tugas Kantor OJK Provinsi Maluku dalam mengawasi industri jasa keuangan dan melaksanakan fungsi edukasi serta perlindungan konsumen dengan berfokus pada implementasi kebijakan strategis OJK tahun 2021 dalam rangka menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan khusunya dimasa pandemi COVID-19. "Pencapaian kinerja itu tercipta dari hasil kolaborasi yang baik semua pihak, baik Lembaga Jasa Keuangan, stakeholder terkait dan tentunya dukungan Pemerintah Daerah untuk mencapai tujuan bersama yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Olehnya itu, Ia berkata pada posisi November 2021, total aset perbankan menunjukan pertumbuhan yaitu sebesar Rp25,80 triliun tumbuh 3,68% (yoy) yang diiringi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 25,60% (yoy) menjadi 15,59 triliun posisi November 2021. Sementara itu, total penyaluran kredit perbankan pada posisi November 2021 sebesar Rp15,59 triliun atau tumbuh Rp6,86 % (yoy) dengan rasio non performing loan yang masih terjaga yaitu sebesar 1,77%. Sementara pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), juga memperlihatkan pertumbuhan yang tercermin dari total aset dana pensiun posisi Oktober 2021 tumbuh 14,22% (yoy) menjadi sebesar Rp262,39 miliar, investasi tumbuh 8,04% yoy atau menjadi Rp179,87 miliar serta piutang perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 32,51% yoy atau menjadi Rp845,93 miliar. "Begitu juga dengan sektor pasar modal regional yang menunjukan tren positif. Jumlah investor yang tercermin dari jumlah SID posisi November 2021 tercatat sebanyak 19.714, meningkat signifikan sebesar 119,02% dibandingkan tahun sebelumnya (November 2020)," tambahnya. Ia mengakui, Peningkatan terbesar berasal dari pertumbuhan investor reksadana sebesar 135,69% atau menjadi sebanyak 13.637 investor dan dikuti dengan pertumbuhan investor saham yang tumbuh sebesar 89,02% atau menjadi sebanyak 6.077 investor. Maka dengan adanya Pertumbuhan jumlah investasi pada pasar modal juga diiringi dengan pertumbuhan nilai transaksi di pasar modal dimana pada posisi November 2021 tercatat sebesar Rp2,16 triliun tumbuh 121,12% (yoy). (AT-009)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ekspor Produk Perikanan Riau Dari Instalasi Yang “OK”
3 weeks ago
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
2 months ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
2 months ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Tahun ini, Telkomsel Pamasuka Hadirkan Beragam Program Menarik
Kabar Gembira !!! ASN dan P3K Kota Ambon Cair Gaji 13
Di Bawah Kepemimpinan Bupati La Hamidi, Pendidikan di Kabupaten Buru Selatan Terpuruk
Wenno : Sejumlah Daerah Bersiap Jelang Agenda Politik 2024