AmbonToday
Menu Utama
3067950727

Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki Memaknai 27 Tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar

L

Oleh: Lamberth Tatang

Sunday, 4 October 2026 | 02:56 WIT

Bagikan:
Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki Memaknai 27 Tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Saumlaki, Ambontoday. com-Memaknai 27 Tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Momentum Refleksi, Transformasi, dan Penguatan Peran Masyarakat. Pada 4/10/2026 merupakan momentum bersejarah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dua puluh tujuh tahun perjalanan sebagai sebuah daerah otonom bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan ini merupakan rentang sejarah yang cukup panjang untuk melihat sejauh mana pembangunan telah memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi ruang refleksi untuk menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: ke mana Tanimbar hendak diarahkan dalam dua, tiga, bahkan beberapa dekade mendatang?

Peringatan usia ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar karena itu tidak semestinya dimaknai hanya sebagai perayaan bertambahnya usia pemerintahan daerah. HUT ke-27 harus menjadi momentum akademik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap perjalanan pembangunan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat serta menghidupkan kembali nilai-nilai budaya sebagai jati diri Tanimbar. 

Rektor Universitas Lelemuku Saumlaki, Ferly A Sairmaly, SE., M.

Si kepada awak media ini di ruang kerjanya,03/10/2026 menyampaikan bahwa di balik berbagai capaian pembangunan yang telah dihasilkan, kita juga perlu berani melihat realitas Tanimbar secara utuh. Masih terdapat persoalan kemiskinan, keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar, tantangan geografis kepulauan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, konektivitas antarpulau, serta berbagai persoalan sosial-ekonomi yang membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih terintegrasi. Data statistik Kabupaten Kepulauan Tanimbar Dalam Angka 2026 menunjukkan pentingnya ketersediaan data sosial, demografi, pemerintahan, dan ekonomi sebagai dasar bagi perencanaan pembangunan yang lebih berbasis bukti. 

β€œDengan demikian, keberhasilan pembangunan Tanimbar tidak cukup diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun atau seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang tercatat.

Ukuran yang lebih substantif adalah apakah pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia Tanimbar, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, membuka kesempatan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku pembangunan”

 Universitas Lelemuku Saumlaki sebagai Rumah Ilmu Pengetahuan dan Pusat Transformasi Tanimbar

Lanjutnya, Dalam konteks tersebut, Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) memiliki posisi yang sangat strategis. Kehadiran UNLESA tidak dapat dipandang semata-mata sebagai institusi pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan. UNLESA harus hadir sebagai rumah ilmu pengetahuan, pusat riset, ruang inovasi, penghasil data, dan mitra strategis masyarakat serta pemerintah daerah dalam memecahkan persoalan pembangunan Tanimbar.

Secara kelembagaan, UNLESA menempatkan pengembangan IPTEKS dan kearifan lokal Tanimbar sebagai bagian penting dari visinya.

Misinya juga menekankan pendidikan berkualitas, riset dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, jejaring kemitraan, serta pembentukan lulusan yang kritis, kreatif, mandiri, berkarakter, dan mampu bersaing. Visi tersebut menjadi semakin relevan ketika Tanimbar memasuki fase pembangunan baru. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan itu sendiri.

Sebagai dapur pengetahuan Tanimbar Universitas Lelemuku Saumlaki merupakan tempat berbagai persoalan masyarakat dikaji secara ilmiah, data dikumpulkan dan dianalisis, kebijakan diuji secara akademik, inovasi dikembangkan, dan solusi ditransformasikan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Riset yang semakin fokus pada  persoalan riil masyarakat: kemiskinan, ketahanan pangan, ekonomi desa, UMKM, kelautan dan perikanan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transformasi digital, ketenagakerjaan, budaya, tata kelola pemerintahan, serta dampak sosial-ekonomi pembangunan berskala besar, ungkap Sairmaly

Blok Masela: Peluang Sekaligus Tantangan 

β€œMomentum usia ke-27 Tanimbar juga hadir dalam konteks yang sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela kini telah memasuki fase pembangunan fisik setelah perjalanan panjang hampir tiga dekade. Groundbreaking proyek tersebut berlangsung pada 16 Juli 2026 dan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pengembangan Blok Masela. Bagi Tanimbar, kehadiran Blok Masela tentu membuka peluang ekonomi yang besar.

Aktivitas investasi berskala besar berpotensi menciptakan permintaan terhadap tenaga kerja, jasa, UMKM, logistik, konstruksi, transportasi, akomodasi, pangan, serta berbagai sektor ekonomi pendukung lainnya.

Kita harus memaknai PSN Blok Masela tidak hanya sebagai peluang investasi, tetapi sebagai sebuah proses transformasi sosial-ekonomi.

Pertanyaan terpenting bukan hanya berapa besar nilai investasi yang masuk ke Tanimbar, tetapi:

1.      Seberapa besar masyarakat Tanimbar akan menjadi pelaku utama dari transformasi tersebut?

2.      Apakah anak-anak muda Tanimbar telah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri?

3.      Apakah UMKM lokal siap masuk ke dalam rantai pasok?

4.      Apakah masyarakat desa di sekitar wilayah pembangunan memperoleh kesempatan ekonomi yang memadai?

5.      Apakah pendidikan dan pelatihan tenaga kerja telah disiapkan secara sistematis?

6.      Apakah pembangunan industri akan berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan kearifan lokal?

7.      Dan yang paling penting, apakah pertumbuhan ekonomi yang lahir dari Blok Masela akan mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas?

Menjawab tantangan ini, Universitas Lelemuku Saumlaki bersama BRIN telah mulai membangun kolaborasi riset yang diarahkan untuk mengkaji kependudukan, kemiskinan, ketimpangan sosial, perlindungan sosial, ketenagakerjaan, hubungan industrial, serta potensi dampak PSN Blok Masela. Hal ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi lokal memiliki tanggung jawab strategis untuk mengawal transformasi tersebut agar berlangsung inklusif, adil, dan berkelanjutan. 

Masyarakat Tidak Boleh Hanya Menjadi Penonton

Pembangunan yang berkelanjutan tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah, perusahaan, atau perguruan tinggi. Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan.

Dalam konteks Blok Masela, masyarakat Tanimbar perlu mempersiapkan diri bukan hanya untuk menerima dampak pembangunan, tetapi untuk mengambil bagian dalam rantai nilai ekonomi yang akan tumbuh.

Petani perlu meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi.

Nelayan perlu memperkuat kapasitas teknologi dan pengelolaan sumber daya laut. Pelaku UMKM perlu memahami digitalisasi, standar produk, pembiayaan, pemasaran, dan manajemen usaha. Generasi muda perlu menguasai keterampilan digital, bahasa asing, komunikasi, teknologi, kewirausahaan, dan kemampuan berpikir kritis, jelas Sairmaly.

Desa juga harus menjadi ruang inovasi ekonomi.

Kearifan lokal tidak boleh hanya ditempatkan sebagai simbol budaya dalam berbagai seremoni, tetapi harus dikembangkan menjadi modal sosial, modal ekonomi, dan modal intelektual.

Nilai-nilai Duan-Lolat, gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial harus menjadi fondasi moral dalam menghadapi perubahan besar yang akan terjadi.

Dengan demikian, modernisasi tidak berarti meninggalkan identitas Tanimbar. Sebaliknya, modernisasi harus menjadi proses untuk membawa nilai-nilai lokal masuk ke dalam kehidupan ekonomi dan sosial yang lebih modern.

β€œ27 Tahun: Dari Refleksi Menuju Aksi

Usia 27 tahun seharusnya menjadi titik penting untuk melakukan pergeseran paradigma pembangunan: pembangunan yang berorientasi proyek menuju pembangunan  manusia; menjadikan masyarakat sebagai subjek, kebijakan berbasis data dan pengetahuan. Keluar dari ketergantungan menuju kemandirian ekonomi.

Bergerak dari pembangunan sektoral menuju kolaborasi multipihak”

Dalam konteks ini, kolaborasi  menjadi penting: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media harus membangun ekosistem model Kerjasama strategis dalam untuk menjawab tantangan aksesibilitas, peningkatan kualitas SDM, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, serta peluang multiplier effect yang muncul dari PSN Blok Masela. Pemerintah membutuhkan pengetahuan dari akademisi. Dunia usaha membutuhkan SDM lokal yang kompeten.

Masyarakat membutuhkan akses terhadap kesempatan ekonomi. Akademisi membutuhkan ruang penerapan hasil riset. Media memiliki peran penting dalam membangun literasi publik dan mengawal transparansi pembangunan.

Inilah ekosistem yang harus dibangun.

Menjadikan 27 Tahun sebagai Titik Balik

β€œAkhirnya, memperingati 27 tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar bukan sekadar melihat apa yang telah dicapai, tetapi juga berani bertanya apa yang belum selesai dan apa yang harus kita lakukan bersama. Kemiskinan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi data untuk menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Persoalan pendidikan tidak dapat hanya dilihat dari jumlah sekolah dan lulusan tetapi lebih kepada kemampuan generasi muda untuk memasuki dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja.

Blok Masela bukan dipandang sebagai proyek investasi. Blok Masela harus menjadi momentum untuk membangun kapasitas manusia Tanimbar dan memperkuat ekonomi lokal. Tanimbar tidak cukup hanya tumbuh secara ekonomi, harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten, dan menjadi daerah yang masyarakatnya mampu berpartispasi dan menentukan masa depannya sendiri.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar”

27 tahun perjalanan adalah sejarah. 27 tahun ke depan adalah tanggung jawab.
 Dan masa depan Tanimbar adalah pekerjaan kita bersama.

Kida Bela , Duan Lolat , Tanimbar Maju, Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkeadilan,(AT/Berty)

 

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!